Skip to content

Pilihan karir

12 May 2013

Kalo saya disuruh milih enak mana jadi pengusaha (yang kelasnya middle) atau jadi karyawan yang tingkat pendapatannya rendah? Sebenarnya lebih enak jadi karyawan biasa, sumpah, jadi pengusaha apalagi yang namanya modal terbatas itu sangat melelahkan. Boro-boro mau menikmati keuntungan, yang ada juga kita nyuntik dana terus dari kantong pribadi.

Siapa bilang jadi pengusaha itu enak? Saya sampai detik ini mungkin masih otak pedagang, blum berani ambil resiko yang terlalu besar, ga berani ngutang, makanya ya gini gini aja, pertumbuhan bisnis kami lambat. Setiap malam saya berfikir, gimana ya caranya karyawan2 saya ini bisa makmur, bisa sama-sama maju. Setiap hari saya berfikir, gimana ya caranya produk saya ini bisa diterima di pasar, bisa bersaing.  Saat musibah merapi meletus misalnya, kami (saya dan bunda nya qia zydan) berfikir, kalo usaha ini cuti sebulan gara2 kita egois, karyawan kita gimana nasibnya? banyak sekali pe er nya

Kalau pilihan ini adalah sebagai karyawan, saya mungkin hanya perlu berfikir 10 kali untuk resign, tapi sebagai pemilik usaha, saya harus berfikir 1000 kali untuk resign dari usaha ini. Semoga partner saya di sana membaca tulisan ini, supaya tetep semangat. Bisnis ini bisa bertahan paling ngga 5 tahun pertama ini karena partner saya juga sama2 nekat, dan dia lebih fokus mengurusi usaha ini. Nggak seperti saya yang kaki dimana otaknya dimana. Yah semoga bisa lebih baik lagi di taun-taun mendatang. Jadi pengusaha itu enaknya cuma satu, mimpinya tinggi.. hahaha…

 

Sisi lain jiwa kemandirian

2 May 2013

Menciptakan lapangan pekerjaan buat orang lain ternyata bukanlah hal yang mudah. Karena tidak ada yang namanya orang puas.

Semakin makmur para pekerja kita bukannya semakin tidak ada ancaman, karena nyatanya tren hidup mereka juga semakin tinggi, dan semakin tak biasa dengan kondisi yang susah.

5 tahun sudah saya belajar banyak bagaimana kerja keras untuk memberi lapangan pekerjaan untuk orang lain, banyak aral melintang disana sini. dari 0 karyawan sekarang menjadi 11 karyawan. Saya sedih, karena masih saja ada yang salah dengan sistem manajemen yang saya terapkan. Pengen banget bisa belajar lagi tentang ilmu ini.

Setelah setengah mati saya berkorban buat bisnis ini supaya semua orang bisa makan, supaya roda perekonomian tetap berjalan, masih saja ada ketidakpuasan. Ya memang kita tidak bisa memuaskan semua orang. Jadi pengusaha memang harus realistis, jangan hanya karena kasian, lalu menjadi tidak profesional. Kadang-kadang memang diperlukan tangan besi untuk membuat roda terus berjalan. Pengusaha itu bukan sekedar pedagang. Pengusaha harus mampu membuat lompatan yang jauh dan memang siap dengan segala resiko untuk tidak selalu untung. Mari terus belajar agar lebih baik lagi.

 

Let’s go crazy

2 May 2013

“Running away from your problems only makes them worse. facing your problems may be hard at first, but it always pays off in the end.”

Banyak sekali yang harus diselesaikan, pengen ketemu si doraemon dengan kantung ajaibnya.. he he

Urusan akreditasi dan administratif di kampus bener-bener bikin sakit kepala, ya karena saya baru kali ini ngalamin, ternyata susah, udah kayak ngerjain thesis aja, hahaha… tapi ya namanya belajar, pasti mulai nya sakit, susah, ga enak… lama-lama juga bisa. Moga2 ya..

Katanya janganlah berkeluh kesah, karena hanya akan menambah lelah dan tak berbuah apapun. Jadi ya sudah lah kita jalani saja..

Sekarang adalah waktunya berbuat yang terbaik dimana kaki dipijak, setuju ngga?

Saya udah lama banget ga ngeblog, jadinya kekurangan ide mau nulis panjang lebar. Jadi segini dulu deh..

 

Penggila beasiswa

22 April 2013

Saya terjebak di posisi ini sekarang, taun ini, saya punya target, tidak akan melewatkan satu pun kesempatan beasiswa untuk ke sekolah impian saya. Tapi, lagi-lagi kemampuan bahasa menjadi kendala, nilai toefl kurang 10 point dari prasyarat minimum… tapi… saya yakin pasti ada jalan… pasti ada jalan… Namanya hasil memang saya serahkan pada Yang Maha Kuasa, yang tau segala yang terbaik buat saya… amiin

update blog

16 April 2013

Sebenarnya ada hal penting yang saya pengen tulis di blog ini, cuman masih belum penuh, jadi disimpan dulu deh.. ehehehe..

*ini posting ga penting, maap :p

Tentang kucing

6 April 2013

Kali ini aku mau bercerita tentang peliaraan baru azkia yang diberi nama MIKI. Si miki ini adalah cucu blasteran kucing kampung dan kucing ras. Tapi nasib, namanya juga udah cucu, ya udah abis darah birunya.. Wahahaha. Mukanya kampung banget. Si miki ini dikasih sama temen kantor, gara2 kucingnya tiba2 hamil di luar sepengetahuannya. Karena repot, dikasihlah ke azkia. Kebetulan, azkia juga minta peliaraan.

Awalnya aku keberatan untuk memelihara si miki. Belum pengalaman. Tapi pas miki udah beberapa hari di rumah, ya ampuun lucu banget ni kucing. Pupnya ga pernah sembarangan, selalu di bak pasirnya dia, dan selalu dia rapikan sampe baunya tak tercium lagi. Trus yang lucu lagi dia suka guling-guling di lantai, mainan kaki, sama yang lucu kalo tidur suka telentang. Hwehehehe… Sampe hari ini kita belum ada yg berani gendong dia, abisnya dia suka lompat-lompat sih, suka kagetan. Ini dia penampakan si Miki..

20130406-210300.jpg

Prioritas Pendidikan Untuk Azkia

12 March 2013

Banyak sekali alternatif pendidikan yang dijual saat ini. Semua pilihan bagus-bagus. Harganya pun bervariasi dan banyak yang “bagus” juga. Saya memang bukan ahli pendidikan, tapi saya adalah ibunya anak-anak saya, yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anak di usia dini. Saat ini saya bukan lagi full time mother yang bisa sepenuhnya mengontrol anak-anak. Namun, saya juga tidak kehilangan banyak waktu untuk bersama anak-anak, karena pekerjaan saya yang cukup fleksibel dan dekat dengan rumah. Awalnya saya berpikir, andai saya punya banyak waktu untuk bermain dengan azkia, sekolah TK cukup yang informal saja, misal sanggar seni, atau kursus musik dan tari, atau bahkan ngaji di masjid saja, yang penting anak ada aktivitasnya.  Namun, saya khawatir kalau demikian dia akan kaget ketika sudah saatnya masuk SD, karena tidak terbiasa dengan pendidikan formal.

Kebimbangan saya ternyata tidak berubah, sama seperti dulu saya memilih daycare untuk azkia. Fokus utama saya adalah life skill, pendidikan moral dan seni. Saya tidak mencari sekolah yang terlalu banyak memforsir anak-anak dengan pelajaran. Prioritas pilihan saya adalah, azkia bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Yup, ini adalah masalah pilihan, selera mungkin, bukan baik atau buruk.

Memang tidak ada pilihan sekolah yang sempurna, kalau mau ya bikin aja sendiri, hehe.. tapi ya kita harus tetap berdamai dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, lhaaa opo hubungane yoo… maksudnya saya belum siap menjadi berbeda :D

Daripada bingung, akhirnya saya dan suami mulai meranking sekolah berdasarkan beberapa faktor yang kami beri bobot. Bobot paling besar adalah : lokasi, tidak boleh terlalu jauh dari rumah, transportasi mudah. Bobot selanjutnya adalah biaya. Bukannya kami nggak mau ya berinvestasi besar untuk pendidikan anak, tapi menurut saya di Indonesia biaya dan kualitas pendidikan belum berbanding lurus, jadi ya ngapain bayar mahal kalau kualitasnya sama aja. Kemudian yang ketiga adalah muatan islam. Kenapa? ya karena saya pengen apa yang dia terima di sekolah dan di rumah sama. Menurut saya, azkia belum cukup usia untuk mengenal perbedaan, maksudnya emaknya males jawab2in pertanyaan yang sulit tentang Tuhan… hahaha… ya saya memang egois :p Keempat adalah aktivitas sekolah, apakah banyak aktivitas di luar atau tidak, karena menurut saya anak TK itu harusnya sekolahnya bukan hanya di kelas, tapi harus keluar kelas, olah fisik, jalan-jalan. Bobot kelima adalah additional values sekolah tersebut (macam-macam ya yang ditawarkan masing-masing sekolah). Sama sekali saya nggak liyat kurikulum, karena buat saya isi pelajaran anak TK ya pasti sama aja.

Akhirnya kami memutuskan di sekolah TK yang ada di jalan elang. Secara jarak cukup dekat, bisa naek motor dan nggak macet! secara harga juga bersaing, ngga terlalu mahal, secara muatan lokal disana labelnya islam, kalau masalah aktivitas fisik memang kurang, secara bangunan fisiknya nyewa rumah tinggal, bukan bangunan sekolah, halamannya kurang luas, tapi its ok lah, karena ini prioritas ke-sekian. Nah yang terakhir, additional valuesnya adalah disana suka mengadakan performance, ternyata azkia suka dengan kegiatan ini, meski cuma joget2 doang di atas panggung, haha, dan satu lagi, bahasa pengantarnya full inggris. Yang terakhir ini agak ngga penting sih, cuman menurut saya itu bukan concern yang besar, bahasanya mau inggris mau arab mau indonesia ngga masalah. Itu cuman buat memperkaya kosakata azkia aja, toh kegiatannya juga cuman gitu-gitu doang, ngga ada pelajaran yang susah. Paling nggunting, nempel, nyusun puzzle, yaah bahasa inggrisnya masih tergolong gampang lah.. azkia pasti bisa ngikutin. Dan ini cocok juga kan dengan visi mimpi yang pernah saya tulis sebelumnya. Siapa tau taun depan bisa berangkat sekolah ke luar negeri, itung-itungazkia udah persiapan bahasa, hehe..   amiiin..

Azkia sudah memasuki usia 5 tahun saat ini. Banyak perkembangan atau justru kemunduran yang saya lihat pada azkia, terutama semenjak adiknya lahir. Tapi saya berharap beberapa kemunduran ini hanyalah sementara saja, karena dia berusaha  beradaptasi dengan adanya kompetitor yang memperebutkan perhatian orangtuanya.

Menurut saya di usianya saat ini, menghormati orang tua, menyayangi binatang, mengajari azkia untuk meminta maaf saat dia berbuat salah, mengucap terimakasih saat dia menerima kebaikan orang, membuang sampah pada tempatnya, membereskan mainannya, menyiapkan bekal sekolahnya sendiri, memilih baju dan memakainya sendiri, mandi dan menggosok gigi sendiri, tidak mengompol dan selalu menghabiskan makanannya jauh lebih penting daripada pelajaran berhitung dan membaca. Nah beberapa hal penting ini saya lihat sudah cukup bagus pada diri azkia sebelum adiknya lahir, begitu ada adiknya lha kok beberapa menjadi kemunduran lagi.

Saya jarang mengajari azkia membaca, tapi saya sering membacakan cerita untuknya, kenapa? menurut saya, lebih penting anak untuk cinta buku daripada bisa baca. Cinta baca bisa terbawa hingga dia dewasa. Kalau anaknya sudah cinta baca, pasti dia bisa dengan cepat mempelajari cara membaca tanpa perlu saya drill. Saya mencari-cari kegiatan yang disukai oleh Azkia, nampaknya dia suka sekali menggambar, saya selalu memfasilitasi azkia dengan alat-alat lukis, semua saya supply, dari mulai kanvas, cat air, pensil warna, crayon, kertas A3, azkia nampak menikmati sekali berkreasi dengan gambar dan warna. Selain itu dia suka bermain peran dan pentas di panggung !! huahahaha… paling lucu nih. Kebetulan sekali, di sekolahnya sering ngadain pementasan, baik internal maupun eksternal.

Pilihan saya untuk azkia ini belum tentu cocok untuk adiknya, yaahh setidaknya bisa belajar dari pengalaman. Nah, sekarang saya mulai bimbang lagi, bagaimana ya memilih SD yang cocok dengan selera saya?? hehe.. tampaknya ngga ada habisnya ya kebimbangan orangtua dalam memilihkan pendidikan yang baik untuk anaknya..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.