2 minggu sudah aku menjadi ibu bagi azkia, banyak hal baru yang ternyata sangat seru, karena aku belum pengalaman sama sekali. Bagian pertama yang pengen aku share adalah tentang asi exclusive.
Asi exclusive untuk Azkia sudah dimulai sejak dia lahir. Beberapa saat setelah dipotong talipusarnya oleh sang ayah, Azkia langsung di-lap dan diselimuti, trus diadzani, dan ditaruh didadaku untuk belajar mencari puting. Memang tidak seideal yang disampaikan oleh dr. Utami Roesli, karena azkia udah kedinginan, jadi dibantu oleh perawatnya untuk mencari puting. refleks menghisapnya sangat bagus, dia langsung menggerakkan lidah dan mulutnya begitu ditaruh di atas dadaku. Ahh saat itu rasanya… terharu sekali, aku melihat anakku berusaha menggerak2kan mulutnya, yang baru beberapa menit yang lalu menangis kencang saat hadir di dunia.. ahh subhanallah indahnya… setelah itu azkia dibawa ke ruang bayi untuk diukur panjang dan beratnya, sekaligus diperiksa untuk skor apgarnya, dimasukkan incubator sebentar untuk menghangatkan tubuhnya.
Sementara itu aku di ruang bersalin juga dibersihkan dan diganti baju. Beberapa menit kemudian, Azkia sudah dikembalikan lagi ke aku, untuk belajar menyusu lagi. Asi ku memang belum keluar, tapi dengan makin seringnya di hisap oleh si kecil, kata dokter asiku akan makin cepat keluar.
RSI Bintaro tahun ini sudah mulai ketat menerapkan ASI EXCLUSIVE untuk semua bayi yang terlahir sehat, tanpa masalah. Semua bayi yang sehat harus room-in sama ibunya untuk mendapat asi exclusive, dan untuk orangtua yang menginginkan Sufor, harus menandatangani pernyataan tertentu. RS tidak akan memberi Sufor tanpa seijin orangtua si bayi.
Malam pertama bersama azkia,
Malam itu aku memang sangat lelah, mas dan bulekku juga tampak kelelahan.. sementara azkia yang tidur sekamar dengan ku, beberapa jam sekali menangis, dan begitu dia menangis aku harus belajar menyusuinya lagi. Malam pertama bersama azkia, aku nggak bisa tidur, nggak tega rasanya melihatnya menangis kencang, aku bangun, menyusui dan menggendongnya.. padahal saat itu mau ke kamar mandi aja takuut banget, kebayang acara jait menjahit yang tadi dilakukan dokter.. tapi untuk anakku aku bisa bangun..
Hari pertama (Senin, 24 maret 200
Siang harinya mulai banyak tamu berdatangan.. dalam hati sempat agak mengeluh, duuh kapan istirahatnya nih.. begitu tamu pulang, azkia tidur, aku tidur, ehhh baru terlelap sebentar azkia nangis lagi, udah digendong sama bulekku, nggak diem2 juga, akhirnya susternya dipanggil dan datang ke kamarku, dan ternyata jawabnya cuman satu “dikasih ke ibunya aja biar disusuin, begitu nangis disusuin aja, biar asinya cepet keluar”… saat itu doaku cuman begini “Ya Allah ijinkan aku tidur sebentaaaar saja”
Malam kedua bersama azkia,
di RS aku hanya ditemani oleh si mas, bulekku pulang untuk menemani rombongan mertuaku yang baru datang dari Cirebon.
Rasanya aku sudah sangat lelah sekali, kantukku benar2 nggak bisa ditahan, ASIku hari pertama belum keluar sama sekali. Azkia harus puasa (tapi kata dokter dia masih punya cadangan makanan dari sewaktu masih di kandungan sampai 2×24 jam). Azkia mulai rewel, belajar menyusunya udah nggak tenang lagi, nangisnya bikin aku panik malam itu.. ahhh.. “ya Allah gimana ini?” si mas nggak bisa berbuat banyak..
Antara rasa panik, lelah, kesal, bingung bercampur aduk jadi satu.. “mas… malam ini adek dititipkan ke ruang bayi boleh ga ya? aku capek pengen istirahat satu malam iniii aja..” tapi dalam hati aku marah ke diriku sendiri ibu macam apa aku ini, bukannya berjuang yang terbaik untuk anaknya malah minta istirahat sendiri. Si mas ikutan bingung menanggai permintaanku. Setelah beberapa saat kupandangi lagi wajah si kecil yang saat itu sedang tidur nyenyak di sampingku, kudengarkan suara nafasnya.. ah aku nggak tega juga, ini kewajibanku. “Mas, nggak jadi deh, biar azkia bersamaku, kasian anakku”..
beberapa waktu kemudian, azkia mulai menangis lagi, aku menyusuinya, tapi dia mulai berontak2, “sabar ya nak, udah lapar ya sayang, iya iya bunda tau adek lapar… ayo sayang belajar lagi, biar asi bunda cepet kluar, hanya ini yang terbaik buat kamu nak”
udah diganti popoknya, udah digendong, azkia nggak mau diam.. disusuin juga dia berontak2..
dalam hati aku hanya berusaha menata kata “tenang.. tenang.. jangan panik.. kamu bisa jadi ibu.. kamu pasti bisa.. kamu ibunya.. dia tau kamu ibunya.. dia kenal suara detak jantungmu”
Akhirnya azkia mulai tertidur setelah kugendong.. ahh rasanya legaa sekali.. si mas berusaha menghiburku “terimakasih bunda, aku jadi bisa tidur deh”
malam itu akhirnya berlalu juga, tiba2 sudah jam 5 pagi, suster kamar bayi mulai menjemput azkia untuk dimandikan… ahh.. akhirnya aku bisa tidur.. lumayan 2 jam..
Hari kedua (Selasa, 25 maret 200
Suster datang untuk membantuku memakai gurita, karena aku belum bisa menalinya dengan kuat, ditanya apakah asiku sudah keluar atau belum, aku jawab belum, trus dia coba memencet putingku.. “tuh udah keluar kok bu” alhamdulillah akhirnya asiku kluar.. cairan bening kolostrum itu sudah mulai kluar setetes demi setetes.. pantesan azkia pagi ini sudah nggak rewel lagi.. alhamdulillah, akhirnya kamu mendapatkan hakmu nak.. dan tanpa sadar, ketika mau ganti baju, ternyata bajuku sudah basah terkena rembesan asi bening yang keluar.. alhamdulillah nak, kamu dapat kolostrum bunda, yang katanya bisa melindungi usus bayi seumur hidupnya..
selama 2 hari asiku masih bening kekuningan..
hari ketiga
saat azkia dan aku pulang ke rumah asiku sudah mulai banyak dan tumpah2..
seminggu pertama
menyusui rasanya masih sakit, mungkin posisinya yang nggak bener, ditambah puting lecet, payudara sudah di massage masih bengkak, plus adaptasi yang tak mudah membuat aku agak sedikit frustasi, setiap kali azkia nangis minta nenen, kebayang duluan sakitnya yang hmmm… dalam hati berusaha menguatkan niatku “yang terbaik untuk anakku, yang terbaik untuk anakku”
dari hari pertama, aku yang belum pintar menyusui anakku membuat putingku jadi lecet, dan akhirnya berdarah !! aku baru sadar saat aku lihat dalam “gumoh” azkia ada darah.. ups.. apa ini?? wah ternyata putingku berdarah.. setelah ke dokter anak dikasih salep kamillosan, alhamdulillah ada hasilnya..
minggu kedua,
aku mulai demam tinggi sampai 3 hari karena produksi asi sudah mulai banyak. Jadi memang harus mulai dibantu pompa untuk mengeluarkannya dan aku mulai menyimpan stock asi di freezer untuk azkia, karena azkia kadang tidurnya terlalu pulas sampai malas menyusu. jadi harus kusuapi ASI perahan dengan sendok sambil dia tidur, eh tapi dia mau nelen tuh sambil merem2, kalo dikasih nenen kadang dia diem aja kalo lagi pulas2nya.. ihh lucunya anakku.
alhamdulillah.. hari ini keadaanku membaik, demam sudah turun, azkia pun sudah semakin pandai menyusu, dan luka jahitan sudah nggak krasa sama sekali..aku mulai menikmati peran baruku…
azkia, bunda sayang sama kamu, bunda berusaha ngasih yang terbaik untuk kamu, maafin bunda ya nak, kalau belum maksimal, kita sama2 belajar ya sayang, saat memandangi wajahmu, saat kamu mulai membuka mata, saat melihat ekspresimu..
ya Allah… beri hambaMu kekuatan untuk menjaga amanah ini, aku ingin sekali bisa memberi yang terbaik untuknya, aku ingin bisa mengantarnya ke jalan surga Mu ya Allah..