Keep Moving Forward

Jika boleh saya mengingat ingat perjalanan kami berpindah dari Indonesia ke sini, rasanya kok saya nggak sanggup ya menjalaninya. Kalau disuruh mengulang lagi saya nggak mau. Tapi itulah hidup. Kalau dibayangkan pasti akan sulit, tapi ketika dijalani ya berjalan begitu saja, mengalir seperti air.

Ada quote yang bagus dari sebuah film (yang saya lupa judulnya), intinya yang paling penting dalam hidup itu adalah ‘move on’.  Nah dalam arti apa nih, ya move on, meninggalkan semuanya untuk melanjutkan hidup baru.

Ketika kami pindah ke sini, banyak kejutan2 yang diluar dugaan kami, termasuk kehamilan anak ketiga kami, dan juga kematiannya yang begitu mendadak, ternyata banyak hal yang memang luput dari rencana.  Dari awal rencana menjual rumah di Indonesia sampai akhirnya tidak jadi karena ternyata uang nya masih cukup dengan hidup hemat sehemat hematnya. Kalau diingat2, saya juga tidak setegar yang saya ceritakan, hari demi hari diisi dengan mewek nangis2 di kamar karena kangen anak kangen suami, harus pisah selama 6 bulan, harus mandiri dalam kondisi hamil muda, sambil menyiapkan presentasi riset 3 bulan pertama, nyari sekolahan anak2 disini sampai mencari akomodasi.

Kalau diingat2 kenapa saya bisa melalui semua itu, karena saya ingat ini cita2 kami berdua yang harus kami perjuangkan sama2.. harus move on, harus berani meninggalkan masa lalu, harus mau menerima hidup yang berbeda.

Di bintaro memang enak sekali, kerjaan dekat rumah, ada mobil, ada rumah, sekolah anak2 juga dekat, pekerjaan suami pun sudah settle. Tapi demi cita2 kami harus keep moving on, kalau nggak sekarang kapan lagi? Kami berdua bertemu di kampus, punya cita2 untuk terus sekolah sampai setinggi2nya, menghabiskan waktu dari kampus ke kampus. Menempuh pendidikan memang salah satu prioritas kami, baik untuk kami sendiri maupun anak2. Karenanya harus berani melepas semuanya meski blum jelas bagaimana akhirnya. Apakah akan lebih baik setelahnya? Belum tentu juga, tidak ada yang tau kan!

Tahun ini adalah tahun terakhir studi saya disini, entah apa yang akan terjadi tahun depan, uang beasiswa saya sudah pasti berhenti, tabungan sudah tidak ada dan kalau dibayangkan sudah tidak ada solusinya lagi. Memikirkan kepulangan pun tidak mudah, memindahkan sekolah anak2 ke Indonesia menjadi satu peer yang berat juga mengingat biaya sekolah yang makin melambung, belum juga adaptasi mereka yang nggak pernah pulang selama 4 tahun, memikirkan tempat tinggal, kami hanya punya rumah cicilan tanpa isinya karena sudah dibuang semua. Ah sudahlah… saya mencoba tenang menjalani seperti air mengalir, meski sekarang belum jelas mau apa, at least saya tidak lagi sendiri seperti awal datang kesini, InsyaAllah akan lebih mudah. Memikirkan yang tidak pasti itu hanya membuang kesenangan hari ini, mengambil waktu hari ini dan mengisinya dengan kegalauan, buat apa? sungguh sia sia sekali ya waktu yang terbuang.. Banyak hal yang lebih berguna untuk dilakukan hari ini, yang nanti biarlah berjalan nanti. Belajar dari sebelumnya, resepnya adalah “nggak usah dibayangin, nggak usah terlalu dipikirin, just keep moving forward!”

Advertisements

2 thoughts on “Keep Moving Forward

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s