Stop comparing yourself to others

Salah satu pelajaran berharga yang kami dapatkan saat bersekolah disini adalah menerima bahwa diri kita ini unik. Disertasi nya PhD itu ngga ada nilainya seperti master atau undergraduate project. Yang ada hanyalah lulus atau tidak lulus, revisi major atau revisi minor. Hal itu membuat kami tersadar, bahwa memang benar, hasil penelitian itu unik, tidak ada rankingnya, proses pembuatannya pun tidak singkat, butuh waktu minimal 3 tahun. Jika ditarik ke level filosofi kehidupan, artinya semua manusia itu ditempa dengan cara yang unik, dalam jangka waktu yang panjang dengan hasil yang berbeda-beda.

Tidak ada seorang pun yang akan memahami apa yang kita harapkan selain diri kita sendiri. Dulu kami berdua suka mencari contoh seorang figur orang hebat yang sukses dalam kriteria kami, untuk kami jadikan motivasi dalam hidup, bahwa someday kita bisa jadi seperti orang itu. Tapi ternyata hari ini semua itu sudah tidak bisa berlaku lagi. Karena kami menyadari bahwa ternyata semua manusia itu unik.

Perjalanan hidup, bekal pengetahuan, pengalaman pribadi, lingkungan keluarga dan sosial, banyak hal yang kita tak pernah tau sebenarnya apa yang terjadi dalam hidup seseorang, sehingga akan sulit menyamakan cita cita dengan orang lain. Orang lainpun tak ada yang memahami betul siapa diri kita saat ini, mengapa kita berubah, mengapa mengambil keputusan ini dan itu. Jadi tak ada gunanya lagi menjelaskan tentang siapa sebenarnya diri kita, begitupun mencari tahu tentang resep kesuksesan orang lain.

Mengapa ada orang yang menjadi hebat, terlihat sukses dengan mudahnya tanpa harus melalui aral seperti kita? ya karena kita nggak tau cerita lengkapnya. Kita nggak pernah tau bagaimana struggle nya orang-orang hebat itu, apa backgroundnya, siapa keluarganya, dsb. Kalaupun kita dikasih ingredient yang sama dengan mereka, belum tentu juga hasilnya akan sama. Yang mungkin kita tau hanyalah sedikit yang kita sanggup cerna dan mungkin sangat nyata: bahwa kini mereka dalam posisi berprestasi dan sukses. Ambillah contoh seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan orang-orang hebat lainnya. Apakah kita tau benar bagaimana budaya di tempat mereka dibesarkan? Yang mereka punya sangat berbeda dengan yang kita alami. Banyak hal yang meleset dari pengetahuan kita tentang kisah hidup mereka yang menginspirasi.

Yang kami pegang saat ini adalah fokus target kami berdua saja, dengan mengenali kekuatan dan kelemahan masing2, tak perlu lagi mencontoh dan membandingkan diri dengan orang lain. Manusia itu tidak pernah comparable. Dari sidik jarinya saja unik, apalagi yang lain-lainnya. Kalau ada di kemudian hari orang yang men-judge kami karena keputusan2 yang kami ambil, pastilah mereka tak tau dan tak perlu tau struggle nya kami seperti apa. Kami unik, dan orang lainpun unik. Kami pun sudah tak bisa lagi men-judge orang hanya berdasar pendeknya pengetahuan kami tentang mereka. Stop comparing yourself to others, it will only make your life worse.

Advertisements

3 thoughts on “Stop comparing yourself to others

  1. Bener banget nih,setiap manusia punya kelemahan dan kelebihan masing2..membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuang waktu kita untuk berkarya…tulisannya sangat menginspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s