2

Happy 10th anniversary my blog :)

Ya ampuun ternyata tanggal 1 Februari 2017 kemaren adalah ulang tahun ke-10 blog saya tercinta ini 🙂

Iseng2 mengamati postingan pertama saya di blog ini berjudul “Sewa atau beli rumah?”, wah ternyata dipublish 10 tahun yang lalu. Saya merasa it’s soooo amazing how time flies very fast. Saya ingat pertama euforia blogger tahun 2007, sampe acara kopdar emak-emak, senang sekali. Banyak hal yang sudah saya dapat dari blog ini, teman sahabat, kritik dan komen positif tak terasa menyumbang banyak energi positif dalam hidup saya.

Kalau dirunut lagi, dibaca lagi, bagaimana semua perjalanan hidup saya ceritakan satu persatu rasanya seperti.. wow.. every second of my life is so worth. I am happy. I am blessed. I am healthy.

Buat blogger yang udah mulai surut semangatnya, percayalah blog Anda adalah suatu hal yang sangat berguna, lebih banyak cerita daripada hanya menyimpan foto kenangan saja. Just keep writing. Suatu hari nanti jika kita membaca lagi catatan hidup kita sendiri, kita akan lihat betapa berharganya semua detik yang pernah kita jalani.

1

Anak kita bukan milik kita tapi milik jamannya

Sepertinya pepatah ini benar. Sebagai orang tua kita tak lagi bisa membesarkan anak seperti bagaimana kita dulu dibersarkan oleh orangtua. Jamannya sudah banyak berubah. Jaman dulu tidak ada teknologi internet, jaman sekarang hidup tanpa internet seperti hidup tanpa air, bisa mati (gaya) 😀

Nah memang susah mengubah pola berpikir orang tua yang harus menyesuaikan jaman anak, karena jaman kita kecil ya semua serba mudah. Tinggal dikunci aja di rumah, anak udah gak bisa maen kemana2. Nah jaman sekarang? anak dikekep di rumah, ya malah bahaya maenan internet sepanjang hari. Merelakan anak menjadi milik jamannya memang tidak mudah, perasaan serba khawatir pasti terus menghantui. Deg2an pastinya.

Anak saya belum remaja loh, adudududuh bagaimana nanti ya kalau sudah remaja. Tapi, saat ini simpan saja kekhawatiran yang belum tentu terbukti. Anak saya itu pulang sekolah yang dicari internet, karena dia punya temen chatting sekarang. Saya dan suami tau sih siapa teman chattingnya, tapi tak henti2nya kami terus mengingatkan bahwa banyak orang jahat di internet, harus hati-hati. Dan kami tak lupa terus mendampingi mereka bermain, jadi tau apa yang dimainin, dengan siapa mereka berbicara, apa yang dibicarakan.

Ini memang dilema. Saya dulu sempat berusaha melarang penggunaan internet di rumah untuk anak2 pada jam2 tertentu, karena saya berusaha meng-encourage anak2 untuk menonton acara televisi (BBC) yang contentnya jelas jauh lebih mendidik. Tapi ternyata mereka bosan!  Mereka lebih ketagihan maen internet, duh!  Akhirnya suami mulai memilihkan alternatif mainan di internet yang lebih kreatif dan bagus untuk anak-anak. Dan tentu saja, suami juga ikut main bersama mereka, jadi kalau ada update baru mereka langsung menginfokan ke ayahnya. Tapi saya tetap menerapkan jam-jam tertentu untuk maen internet.

Saya sih bukan psikolog ya, tapi menurut saya pada prinsipnya orang tua itu harus memberikan hak anak. Hak anak itu banyak, bukan hanya fasilitas fisik saja, namun juga hak untuk diajak bicara, hak untuk disayangi, dipeluk, hak untuk dididik dan dikasih tau mana yang salah dan mana yang benar, hak untuk diberi reward saat berprestasi, dan hak untuk mengutarakan keinginannya. Saya tidak mau berpikir muluk2 nanti kalau besar mereka akan jadi apa. Yang saya inginkan saat ini adalah mereka dapatkan semua haknya di masa kecil, saya ngga mau mendzolimi mereka dengan membunuh keceriaan masa kecilnya, karena memory yang kita buat hari ini akan melekat kuat sampai mereka besar nanti. Kadang-kadang memang saya masih kelepasan memarahi anak-anak yang ngga langsung nurut kalau disuruh, misal disuruh gosok gigi malah maen terus, disuruh tidur malah bertengkar. Hmm… memang naluri ya.. gak bisa ditahan. Tapi biasanya setelah marah, saya peluk mereka, saya minta maaf dan menjelaskan kenapa saya marah, biasanya anak2 langsung luluh dan mengerti, jadi besok tidak diulang lagi. Biasanya kejadian anak-anak kena marah itu malam hari, tapi paginya kami sudah kruntelan lagi. Dan setiap pagi bangun tidur acara kruntelan dengan mereka di satu kasur adalah acara yang paling ditunggu-tunggu 🙂

Begitupun dengan minat dan bakat seninya, si kakak pintar menggambar dan makin kesini karakter nya makin kuat, tapi kami sepakat untuk membiarkan bakatnya mengalir secara natural. Kami nggak mau mempressure anak untuk hal yang satu ini. Siapa tau dia ada bakat lain yang ternyata dia lebih enjoy, jadi kami membiarkan mereka explore dulu. Si adek suka bikin film, and hey he’s only 5 years old! Kami terus berusaha memfasilitasi tapi nggak menuntut mereka untuk terus bergerak disitu dan mengoptimalkan bakatnya. Nanti ada waktunya, kalau mereka mau.

Merelakan anak menjadi milik jamannya memang sulit. Apalagi jika kita sebagai orangtua masih memiliki keinginan pribadi, impian2 masa kecil yang belum terpenuhi. Tapi kalau kita terus belajar pasti bisa. Dan anak-anak pada masanya akan memilih jalannya sendiri, yang bisa jadinya berbeda dengan jalan orang tuanya. Tapi itulah anak-anak, tugas orangtua hanyalah mengantar dan memberi pendidikan yang terbaik, sisanya, berdoa dan serahkan kepada jamannya.

6

How to keep your self motivated

Happy new year everyone !!

Ini postingan pertama di tahun 2017.. yeay 🙂

Sebenernya saya gak absen ngeblog kok, tapi beberapa bulan terakhir ini saya lebih rajin menulis diary perjalanan riset saya mulai dari belajar matlab, java, eclipse dkk gitu deh, yang pastinya terlalu teknis dan ga asik untuk dishare di blog bertema kehidupan emak2 ini hehe.. 😀

Hari ini, 3 Januari 2017 adalah hari pertama saya datang ke kampus… mm.. masih sepi.. sudah sebulan saya gak setor muka, karena libur natal adalah libur yang paling heboh di Inggris raya sini, semua orang merayakan dan banyak yang mengambil cuti tambahan. Ya mirip lah seperti libur lebaran di Indonesia. Jadi kalaupun datang ke kampus ya suasananya sepi seperti libur panjang.

Hari pertama rasanya sudah pasti malas ya…  Tapi jangan berlarut-larut, karena ini adalah awal tahun yang baru, banyak target yang sudah di set untuk tahun ini. Taun ini adalah taun final studi S3 saya, target submit thesis adalah akhir tahun ini. Banyak mahasiswa S3 yang berguguran di tahun terakhir, alasannya: JENUH! yup.. sama seperti sekolah-sekolah yang lain, dulu jaman kuliah S1 juga masa masa kritis ada di tahun terakhir, saatnya waktu berjalan begitu lambat dan membosankan. Ada yang harus dijaga dari dalam diri kita, yakni SEMANGAT !

Jadi, apa yang saya lakukan hari ini untuk tetap semangat?

  1. Hal pertama yang saya lakukan saat datang ke kampus adalah cek email ( termasuk email-email promosi online shopping.. hehehe… iya jujur.. butuh 30 menit untuk adjustment ini )
  2. Selanjutnya tutup semua browser, simpan hp dan mulai membuka buku catatan. Baca pekerjaan terakhir sebelum libur sudah sampai dimana. Oiya ini kebiasaan saya, saya selalu mencatat kegiatan harian saya di sebuah buku. So old school ya? Tapi buat saya, kebiasaan menulis di buku memang masih belum bisa tergantikan dengan catatan elektronik. Rasanya beda.
  3. Ketika otak sudah mulai on dan ingat tentang target yang harus dilakukan selanjutnya, maka buat coretan baru tentang apa yang direncanakan untuk beberapa hari ke depan. Contohnya, hari ini saya menulis tentang struktur paper yang ingin saya susun. Memang susah, tapi begitulah cara memulai, harus mencoret dari kertas yang kosong. Tulis judul atau apapun yang terlintas dalam benak.
  4. Susun plan lebih detail: bahan apa saja yang diperlukan untuk poin nomor 3. Misalnya, untuk contoh draft paper saya, saya butuh result dari eksperiment saya. Nah mari dikumpulkan dan didaftar.
  5. Dibuka dan dicek kembali hasil pekerjaan terakhir. (gak perlu kerja dl, ngecek aja 😀 )
  6. Ok saya rasa coretan poin nomor 3 sudah cukup untuk permulaan hari pertama. Sekarang saatnya memikirkan plan yang lebih besar.
  7. Cek kalender setahun. Rencanakan hari-hari besar. Misal, saya akan ada ujian terdekat di akhir bulan Januari, lalu bulan Februari kami merencanakan liburan keluarga, bulan Juni lebaran, bulan Juli saya ujian lagi, dan bulan Desember saya harus submit thesis. Bersamaan dengan ini saya juga mulai ngecek kira2 distribusi pengeluaran di bulan apa yang paling besar. Kapan bayar sewa rumah, kapan bayar cicilan, dsb.
  8. Ngobrol ! Iya langkah selanjutnya untuk keeping up your motivation adalah ketemu dan ngobrol dengan rekan sejawat di kampus. Kalau saya hari ini malah didatengin sama supervisor hehe.. jadi makin semangat ya…
  9. Jangan lupa makan bergizi ya dan tidur yang cukup malam ini, karena ini adalah hari pertama, masih ada 365 hari lagi untuk mencetak prestasi besar di tahun ini.

Buat saya impian yang muluk2 malah terlalu abstrak. Saya tidak memotivasi diri saya terlalu jauh. Prinsip saya adalah cukup selesaikan apa yang ada di depan mata dengan sebaik-baiknya, selanjutnya dipikir nanti saja, terlalu banyak melamun itu tidak sehat 🙂

Dulu pun begitu, saat menyelesaikan kuliah S1, yang saya pikirkan adalah bagaimana menulis skripsi sebaik2nya sehingga bisa lulus dengan cepat, saya gak pernah memikirkan nanti mau kerja apa, tinggal dimana, dll. Moga2 prinsip yang sama juga bisa diterapkan untuk studi S3 ini. Karena yang dipikirkan jadi terlalu banyak, padahal kapasitas otak semakin tua semakin mengecil. So, enjoy aja lah 🙂

Semangatt tahun baru !!

2

I hate morning!

Dulu pas masih kecil rasanya saya sedih kalau melihat matahari mulai tenggelam. Rasanya hari sudah berakhir dan saya harus tidur! Kenapa anak2 gak suka tidur ya? sama dengan anak2 saya sekarang, susah sekali disuruh tidur malam. Hihi.. mungkin dunia mereka di pagi hari jauh lebih menyenangkan, jadi susah disuruh berhenti beraktifitas.

Tapi entah sejak kapan kondisi ini mulai berubah. Saat ini saya lebih benci pagi, ketika matahari terbit. Hehe…

Rasanya sejak menikah.. (kalau saya gak salah ingat sih).. Saya selalu sedih karena waktu berjalan begitu cepat, sudah pagi lagi, harus berpisah lagi dengan anak2 dengan suami, masing2 beraktifitas sendiri2.. ahh.. saya benci pagi hari… (dulu saya kerja.. berhenti kerja trus kuliah… trus kerja lagi.. trus ke sini deh..)

Saat ini saya selalu menunggu datangnya waktu malam, saat kami berkumpul bersama dan menenangkan diri dari semua beban yg dikerjakan seharian. Saya jarang ngampus sih, dingiiin :p

Anak2 sekarang sudah besar, seharian mereka di sekolah, rasanya jadi ibu rumah tangga tak lagi semudah dulu, ternyata bosan juga ya… hehe.. padahal dulu berharap si bayi2 ini segera besar biar ibunya gak repot.. eh malah sekarang kebalikannya.. pengen anak2 di rumah lagi kayak dl

Duhai waktu alangkah cepatnya berlalu.. tiba2 terbayang gimana ya kalau si kakak sudah kuliah jauh dari rumah.. hiks hiks.. kembali lagi berdua, makin sepi gak ya..

ahh sudahlah.. daripada makin ngelantur mending tidur siang dl…. menikmati hidup 😀

(ibune anak2 lagi geje nungguin bocah2 pulang sekolah hehe…)

0

What did actually PhD student do?

Saya pengen flashback ke belakang, sehubungan dengan perjalanan PhD saya yang sudah menjelang tahun2 terakhir. Kalau ketemu mahasiswa PhD yang baru masuk, selalu saja ditanya, apa sih yang dilakukan di tahun pertama?

Honestly, tahun 2016 ini menjadi tahun paling menyenangkan dalam perjalanan studi PhD saya. Iya.. saya tau apa yang saya kerjakan, saya tau bagaimana mengerjakannya and trust me, it’s fun !!

Sebelum berangkat studi, saya selalu ditakut2in dengan bayang2 mengerikan tentang kehidupan S3, penuh teror, susah tidur, galau, lupa makan, dsb. Tapi saya yakin, apapun yang dikerjakan dengan hati pasti fun! Jadi dengan modal nekat berangkatlah saya menuju tempat yang sangat asing. Pokoknya modal nekat dan modal doa saja. Saya belum kenal supervisor saya, saya pun tak lancar berbicara bahasa inggris. Saya juga, sayangnya bukan anak rajin yang tekun belajar.

Kalau ditanya, tahun pertama saya habis untuk beradaptasi, untuk hamil dan melahirkan anak ke 3, untuk menyiapkan kedatangan keluarga ke inggris. Jadi, setahun itu cuman dapet proposal doang. Hehe… itu serius sodara2… gak boong ! I  developed a totally new proposal for my PhD. Dan jadinya baru di penghujung taun pertama. Itu juga masih gak jelas, ga precise tujuannya apa, detailnya bagaimana. Tapi saya berusaha menjalin terus komunikasi yang baik dengan supervisor, sehingga ketemu lah ide yang menarik untuk riset saya nanti.

Lanjut, taun kedua saya ngapain aja? Saya baru mulai belajar. Ilmu baru yang menjadi topik riset saya ini bener2 baru saya tau di sini. Dan saya pun mengulang belajar coding. Udah 10 tahun gak coding, jadi yaa… lambat banget rasanya otak ini disuruh ngutak ngatik code kayak dulu. Padahal dulu aja ga pinter, sekarang malah lupa… hihihi.. naseeeb.

Lalu, sekarang tahun ketiga, saya rencananya ngapain aja. Baru mau mulai experiments… qiqiqi… Iya memang ajaib. Tapi pas saya cross check ke sesama temen yang sedang studi S3, hasilnya di tahun ketiga gak beda jauh sama saya kok. Kadang saya merasa, kok lambat banget ya progress saya.. Tapi don’t worry, selama terus bergerak, pasti akan sampai pada akhirnya. Just keep moving. Seperti teori berenang, ketika kita diam, maka kita akan tenggelam, teruslah bergerak dan kita akan selamat sampai di ujung.

Tahun ini insyaAllah kalau lancar, saya seharusnya sudah publish paper dan mulai menulis thesis. Mohon doanya semoga ga ada halangan dan dilancarkan sama Allah.

Disisi lain, saya belajar banyak hal.. banyaaaaak sekali. Yang paling berasa itu selama 2 tahun terlewat ini saya berasa magang kerja sama supervisor saya. Saya jadi tau bagaimana caranya riset yang bener, caranya terlibat di organisasi ilmiah internasional, bagaimana caranya mengajar, menyiapkan bahan ajar, mengoreksi, membuat soal dan kategori penilaian ujian. Saya belajar sangat banyak. Tidak hanya melakukan riset s3 saya, tapi belajar menjadi bagian dari dunia akademik internasional. Bagaimana menyemangati orang untuk terus tertarik dengan riset.

Dan ya… jujur saja saya baru tertarik dan senang dengan yang namanya riset baru disini ini. Hihihi… Baru tau kalau riset itu fun dan gak seserem yang dulu ada di benak saya.

Jadi selama kita menjalani semua proses dengan hati yang gembira, dengan rasa optimis, insyaAllah akan selalu dibukakan jalan kemudahan yang mungkin tak bisa terlihat jauh2 hari. Semangaaatt !!

 

3

A third year PhD student !

Wow.. !! It’s a great title for me.. wkwkwkwk..

Saya cuman bersyukur aja, bisa juga nyampe ke third year (meski kerjaan ini juga belum jelas arahnya).. begini ya ternyata rasanya jadi mahasiswa s3 tahun ke tiga. Masa2 galau sudah lewat, sekarang masanya terhenyak dan tersadar bahwa waktu sudah terlewat begitu banyak… dan jatah beasiswa sudah tinggal sedikit lagi. Finish it as soon as possible and go home !

Saya sudah rindu kampung halaman dengan segala keruwetan nya, dengan segala permasalahannya.. dan itu menjadi semangat buat saya untuk segera menyelesaikan pekerjaan saya disini dengan baik (Taun ini ! amiiin..).. segera pulang agar bisa  menangis dan tertawa bersama2 keluarga tercinta… anak2 dan suami ada disini, tapi orang tua dan keluarga besar tak mungkin dibawa kan?

Kadang berpikir nanti kalau pulang mau jadi apa ya, jangan2 pendidikan tinggi yang saya selesaikan susah payah ini tak ada bekasnya saat saya pulang… aah tapi sudahlah.. saya wni dan saya mau pulang apapun rejeki saya di sana nanti.

Sekarang fokus fokus fokus.. give the best shot this year!

0

Bisnis yang (mungkin) tak pernah rugi

Dalam beberapa kesempatan menjadi customer online di sini, rata2 perusahaan (ex. bodyshop, clinique, kiehls, john lewis, next, debenhams dept store) akan menerima return dengan batas waktu tertentu. Hal ini bener2 kemewahan yang saya gak pernah temui waktu di Indonesia. Mungkin dulu juga saya jarang belanja online sih.

Jadi ceritanya akhir2 ini saya sedang bereksperimen mau cari krim pelembab yang cocok dengan udara disini, jadi kadang, pelembab udah terlanjur cocok utk musim summer, pas dipake winter terlalu kering, sehingga harus ganti dengan yang agak berat. Nah dalam perjalanan mencari dan mencoba yang cocok itu saya berganti2 banyak produk. Tapi disini saya merasa gak pernah rugi, karena seperti yang saya bilang tadi, kita bisa coba satu atau dua produk, begitu merasa gak cocok (at least, ga ada perubahan yang signifikan dengan kulit kita) dalam jangka waktu tertentu (14-28 hari) kita bisa balikin, dan dapet full refund. Nah, jika permasalahan alergi muncul setelah 28 hari gimana, kita tetep bisa komplain dan dapet full refund atau kadang ditawarin exchange product yang sesuai dengan jenis kulit kita. Memuaskan sekali bukan? Ini buat saya salah satu kemewahan yang dulu ga pernah saya dapat. Sampe saya tergila2 sama yang namanya nyobain lipstick (whaatt?? bukan gw banget!!)

Dan sistem full refund mereka ini bikin saya makin addict utk jadi customer yang loyal. Saya berpikir apa mungkin ini yang namanya bisnis ga pernah rugi ya? Karena saya browsing2, mereka wajib men-destroy semua produk yang return untuk alasan higienitas. What??

Dulu saya ga pernah addict sama yang namanya skin care atau make up karena alasan mahal, and I didn’t think I need it. Nah setelah dapat kemewahan di sini, saya jadi berkesempatan mencoba ini itu, produk2 yang populer. Dan disini jadi customer bener2 raja, mewah banget fasilitasnya. Iya karena mungkin mereka sudah sangat stabil bisnisnya… Aahhh.. saya pun bermimpi kapan ya, bisa punya bisnis sematang itu… bisnis yang gak takut rugi, apapun keluhan customer diperhatikan secara personal