What did actually PhD student do?

Saya pengen flashback ke belakang, sehubungan dengan perjalanan PhD saya yang sudah menjelang tahun2 terakhir. Kalau ketemu mahasiswa PhD yang baru masuk, selalu saja ditanya, apa sih yang dilakukan di tahun pertama?

Honestly, tahun 2016 ini menjadi tahun paling menyenangkan dalam perjalanan studi PhD saya. Iya.. saya tau apa yang saya kerjakan, saya tau bagaimana mengerjakannya and trust me, it’s fun !!

Sebelum berangkat studi, saya selalu ditakut2in dengan bayang2 mengerikan tentang kehidupan S3, penuh teror, susah tidur, galau, lupa makan, dsb. Tapi saya yakin, apapun yang dikerjakan dengan hati pasti fun! Jadi dengan modal nekat berangkatlah saya menuju tempat yang sangat asing. Pokoknya modal nekat dan modal doa saja. Saya belum kenal supervisor saya, saya pun tak lancar berbicara bahasa inggris. Saya juga, sayangnya bukan anak rajin yang tekun belajar.

Kalau ditanya, tahun pertama saya habis untuk beradaptasi, untuk hamil dan melahirkan anak ke 3, untuk menyiapkan kedatangan keluarga ke inggris. Jadi, setahun itu cuman dapet proposal doang. Hehe… itu serius sodara2… gak boong ! I  developed a totally new proposal for my PhD. Dan jadinya baru di penghujung taun pertama. Itu juga masih gak jelas, ga precise tujuannya apa, detailnya bagaimana. Tapi saya berusaha menjalin terus komunikasi yang baik dengan supervisor, sehingga ketemu lah ide yang menarik untuk riset saya nanti.

Lanjut, taun kedua saya ngapain aja? Saya baru mulai belajar. Ilmu baru yang menjadi topik riset saya ini bener2 baru saya tau di sini. Dan saya pun mengulang belajar coding. Udah 10 tahun gak coding, jadi yaa… lambat banget rasanya otak ini disuruh ngutak ngatik code kayak dulu. Padahal dulu aja ga pinter, sekarang malah lupa… hihihi.. naseeeb.

Lalu, sekarang tahun ketiga, saya rencananya ngapain aja. Baru mau mulai experiments… qiqiqi… Iya memang ajaib. Tapi pas saya cross check ke sesama temen yang sedang studi S3, hasilnya di tahun ketiga gak beda jauh sama saya kok. Kadang saya merasa, kok lambat banget ya progress saya.. Tapi don’t worry, selama terus bergerak, pasti akan sampai pada akhirnya. Just keep moving. Seperti teori berenang, ketika kita diam, maka kita akan tenggelam, teruslah bergerak dan kita akan selamat sampai di ujung.

Tahun ini insyaAllah kalau lancar, saya seharusnya sudah publish paper dan mulai menulis thesis. Mohon doanya semoga ga ada halangan dan dilancarkan sama Allah.

Disisi lain, saya belajar banyak hal.. banyaaaaak sekali. Yang paling berasa itu selama 2 tahun terlewat ini saya berasa magang kerja sama supervisor saya. Saya jadi tau bagaimana caranya riset yang bener, caranya terlibat di organisasi ilmiah internasional, bagaimana caranya mengajar, menyiapkan bahan ajar, mengoreksi, membuat soal dan kategori penilaian ujian. Saya belajar sangat banyak. Tidak hanya melakukan riset s3 saya, tapi belajar menjadi bagian dari dunia akademik internasional. Bagaimana menyemangati orang untuk terus tertarik dengan riset.

Dan ya… jujur saja saya baru tertarik dan senang dengan yang namanya riset baru disini ini. Hihihi… Baru tau kalau riset itu fun dan gak seserem yang dulu ada di benak saya.

Jadi selama kita menjalani semua proses dengan hati yang gembira, dengan rasa optimis, insyaAllah akan selalu dibukakan jalan kemudahan yang mungkin tak bisa terlihat jauh2 hari. Semangaaatt !!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s