Jadi ibu ya harus siap repot

Ada sindiran teman lama yang agak kurang enak didengar di telinga saya. Saya cuman gatel aja pengen nanggepin… hihihi… katanya begini “Sukurin looe lagi s3 di luar malah hamil, emang enak?? selamat deh, saya cuman bisa ikut mentertawakanmu dari sini

Lucu ya komennya, ada yang positif ada yang negatif, maklum seleb ada aja yang suka ngomentarin :p

Lha kalau dibawa enak ya enak lah, kalau dibawa repot ya repot.. semua bukannya tergantung cara berpikir kita ya? Selama ini sih saya enjoy sekali dengan fasilitas untuk ibu hamil di sini, saya beruntung bisa diberi kesempatan merasakan pelayanan kesehatan yang optimal di negara maju. Begitupun anak2 saya, semua mendapatkan fasilitas yang bagus disini tanpa perlu membayar mahal.

Kalau dibilang repot ya semua ibu di dunia ini pasti repot kan? Mau pakai baby sitter kek, mau pake pembantu, mau melahiran cesar, atau normal semua pasti repot. Tapi disitulah indahnya menjadi ibu. Terbayar saat melihat anak2 tumbuh dengan sehat dan ceria.

Dulu sebelum menikah, saya melihat kakak saya yang punya 7 anak, rasanya luar biasa repotnya. Sampai saya takut menikah.. hahaha.. takut repot😀 Tapi ternyata setelah melahirkan dan punya anak rasa keibuan itu tumbuh secara alami, tidak ada yang mengajari sedikitpun bagaimana seharusnya besarnya cinta seorang ibu kepada anaknya. Saya belajar untuk sedikit demi sedikit melepaskan stress yang terlalu tinggi saat menghadapi anak-anak.

Misalnya, ketika anak tidak mau makan, dulu saya stress berat, saya bawa keliling naek mobil biar dia mau menghabiskan makanannya, tapi sekarang saya belajar metode lain, saya tidak akan memaksa anak untuk makan dan menghabiskan lauk sesuai aturan saya. Saya akan memberinya pilihan beberapa menu makanan, dia yang akan memutuskan dan saya hanya tinggal berusaha membuat moodnya bagus, otomatis si anak akan menghabiskan makanannya tanpa perlu dipaksa2.

Kadang-kadang repotnya dan stress nya jadi ibu memang dibuat sendiri, sebenarnya masih banyak alternatif cara yang lebih santai untuk mengurus anak-anak.

Saya tidak memutuskan pakai babysitter, karena akan menambah beban stress saya dua kali lipat. Lebih baik saya masukkan anak ke daycare, disana mereka lebih belajar untuk mandiri dan berbagi perhatian. Saya tidak pusing, karena saya percaya daycare lebih memiliki pengawasan yang ketat daripada babysitter sendirian di rumah. Meskipun kadang jam tidur anak juga berkurang karena mereka lebih asyik maen dengan temannya. Tapi kalau saya perhatikan, anak2 saya lebih doyan makan saat bersama teman2nya daripada sendirian di rumah. Gurunya bahkan tidak perlu menyuapi satu per satu, mereka dengan senang hati dan tertantang untuk menghabiskan makanannya sendiri.

Banyak hal yang ternyata bisa lho disiasati, ternyata jadi ibu tidak semenakutkan yang saya bayangkan sebelumnya.

Bahkan sekarang saya excited sekali dengan kehamilan anak saya yang ketiga ini. Pengen cepet-cepet ketemu, pengen cepet-cepet nggendong, nyusuin sampai 2 tahun, mencium2 pipinya, memandikan sambil bermain air. Sama senangnya dengan kehamilan anak pertama.

Kalau masalah menyelesaikan studi S3 sih, saya rasa tidak berhubungan ya dengan repotnya mengurus anak. Insya Allah selalu akan ada pertolongan dari Allah. Intinya asal kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh sih pasti jalannya akan ketemu kok. Apalagi disini lingkungan akademiknya kental sekali, supervisor sangat peduli dengan bimbingannya, literatur banyak, research jadi menyenangkan.

Keep positive thinking aja deh… Kalau negative terus ga akan maju maju🙂

One thought on “Jadi ibu ya harus siap repot

  1. saya setuju dg apa yg mbak katakan. sebenernya segala hal itu akan terasa menakutkan kalo kita blom menghadapi hal itu secara langsung, tapi kalo udah dihadapi secara langsung, Allah akan kasih proses juga untuk bisa menghadapi hal itu secara bijak. tinggal dari masing2 kita aja mau menyikapinya spt apa. kl emang dr awal dah negthink duluan, ya rasain aja buah negthink nya. tp kalo kita posthink, insya Allah, Allah akan kasih jalan yg super2 mudah untuk kita jalani. Intinya sih dari pikiran kita aja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s