Surat terbuka untuk anak-anak ku

Buat kakak Azkia, mas Razka…

Someday.. kalian akan baca catatan bunda ini. Bunda suka lupa kalau menulis di buku, biasanya hilang dan tercampur dengan coret2an lainnya

Proses bunda untuk bisa sekolah ke sini sungguh panjang nak.. Alhamdulillah Allah mengizinkan bunda sampai di sini dengan sehat dan selamat, tinggal menyelesaikan semua amanah ini dengan baik.

Cerita kegagalan demi kegagalan bunda untuk sampai ke sini rasanya perlu ruang sendiri, kalian pasti bosan membacanya🙂

Dulu mbah uti kalian selalu berpesan kepada bunda, untuk terus menuntut ilmu setinggi-tinggi nya sejauh mungkin, karena bekal hidup untuk seorang wanita adalah ilmu, bukan harta bukan jabatan. Dari kecil bunda sudah punya cita-cita belajar ke negeri yang jauh, yang hanya ada di dongeng2 pengantar tidur, negeri para princess dengan istana dan kastilnya yang indah…

Ketika menikah dengan ayah kalian, bunda bertanya, apa boleh sekolah lagi? ayah kalian sangat mendukung cita-cita bunda, demi kalian. Kata ayah, bundanya harus pandai, agar anak-anak termotivasi untuk terus mengejar cita-citanya. Alhamdulillah.. cita-cita bunda didukung oleh semuanya.

Yang ingin bunda ceritakan adalah proses ketika bunda harus mengikuti program pengayaan sebagai salah satu syarat menerima beasiswa ini. Bunda harus meninggalkan kalian selama 10 hari lamanya, padahal saat itu si mas Razka masih menyusu, usianya sudah 20 bulan, banyak yang menyarankan sekalian disapih saja toh sudah besar. Tapi bunda ngga mau. Bunda sudah terlanjur janji untuk mengikat kontrak dengan kalian. Apapun yang terjadi hak kalian 2 tahun akan bunda tunaikan. Bunda tetap memerah selama pengayaan, di darat (di asrama), di gunung (di dalam tenda), di lautan (di atas kapal laut). Semua orang memandang heran, mungkin ibu ini sudah gila ya, aneh, segitu susahnya🙂

Ini yang terbaik  yang bisa bunda berikan untuk kalian, bunda tetap membawa pulang hasil perahan ASI meski jumlahnya tak seberapa. Bunda takut kalau sepulang bunda ke rumah nanti ASI bunda akan berhenti karena mas Razka tak lagi menyusu, makanya bunda selalu perah setiap hari.  4 bulan kemudian berlalu, alhamdulillah bunda lega, bisa menyapih mas Razka dengan mudah.

Kejutan lain diberikan sama Allah, 2 bulan setelah menyapih mas Razka bunda tiba2 telat mens! padahal 2 minggu lagi bunda harus berangkat ke negeri dongeng itu sendirian tanpa ayah kalian. Rasanya saat itu benar-benar campur aduk, antara bahagia, terharu dan sekaligus panik. Bunda bahkan belum sempat ke dokter kandungan karena baru mencoba testpack sehari sebelum berangkat.

Ternyata ada si calon adek kalian yang jadi hadiah dari Allah buat nemenin bunda di sini. Sahabat2 bundapun terkejut, mereka bilang, trus nanti disana gimana? ya bunda juga ngga tau.. bunda ga nyangka hadiahnya secepat ini. Bunda memang pernah minta sama Allah diizinkan melahirkan di negeri dongeng ini, agar kelak kalian akan mengingat kota ini sebagai tempat kelahiran dan masa kecil kalian…

Tapi subhanallah nak, Allah membuat semuanya jadi mudah, calon adek kalian ngga rewel sama sekali di perut bunda, kata orang hamilnya kayak kebo, hehehe.. bandel, makan apa aja masuk🙂

Bunda juga gak bayangin nanti gimana ada adek bayi, tanpa pembantu, dengan kalian yang masih kecil-kecil, bunda harus menyelesaikan sekolah di negeri yang sangat jauh dari indonesia dengan keuangan yang secukupnya… tapi bunda yakin, kita bisa jadi tim yang hebat ya nak..

Kalian lah alasan terbesar bunda untuk terus tidak mengenal lelah untuk bermimpi. Kalau tidak ada kalian, semangat bunda ke sini mungkin tinggal 50% saja. Hanya untuk mempersembahkan yang terbaik bagi mbah uti kalian. Bunda pengen banget kalian bisa merasakan hidup dan pendidikan di negeri yang lebih maju dari negeri kita. Bunda dan ayah mungkin tak sanggup kalau harus membayar sendiri pendidikan kalian di sini. Tapi Alhamdulillah Allah membuka pintu rezeki yang lain. Sekolah kalian gratis di sini nak. Bunda juga dapat uang saku dari pemberi beasiswa.

Senyum kalian, tendangan calon adek kalian, membuat bunda tak gentar menghadapi apapun di dunia ini.. nak, bunda yakin akan pertolongan Allah, sangat yakin… Allah sudah mengirimkan kita ke sini, artinya Allah pula yang akan mempermudah jalan kita. Celoteh kalianlah yang akan selalu menjadi semangat buat bunda…

Kelak jika kalian sudah besar, kalian akan memutuskan sendiri jalan hidup kalian, setinggi apa cita-cita kalian, tapi bunda hanya berharap satu hal dari kalian, bebaskan potensi kalian dan jangan takut akan apapun, bermimpilah nak, terus berdoa dan tawakkal. Allah pasti akan menunjukkan jalannya.

From York, With love…

Being a mother is learning about strengths you didn’t know you had… and dealing with fears you didn’t know existed.” – Linda Wooten 

5 thoughts on “Surat terbuka untuk anak-anak ku

  1. Subhanallah, gak henti2nya bulu kudukku merinding membanca surat cinta yg ditulis Bunda untuk Kak Azkia dan Mas Razka. sumpah deh, pengen nangis rasanya membayangkan perjuangan Mbak Nurul sampai di titik ini, dengan segala semangat, perjuangan, kendala, akhirnya bisa merasakan hidup sampai di puncak ini. Dan nambah merinding saat tau pendidikan anak2 kelak di sana, gratissss. subhanallah begitu besar cinta Allah pada keluarga kalian. semoga kelak semua ini bisa menjadi jalan untuk mempermudah mbak dan keluarga mencapai keberkahan yg hakiki di dunia dan akhirat. Aamiin #big hug for you and fam🙂

  2. mba nung🙂
    lama ga mampir ksini
    aku ktinggalan banyak cerita
    waaa
    sehat2 selalu ya mba…
    terharu banget baca surat buat azkia sama razka

    insya Alloh senantiasa diberi kemudahan oleh Alloh🙂
    #hug

    • haloooo dek, hihih iya dah lama emang ga ngupdate, ni karena bocil2 blum pada nyusul aja, jadi masih punya banyak waktu untuk bengong😀 dirimu udah 2 aja anaknya.. hehe.. keep blogging ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s