Hamil sendiri di negeri orang

Saat sebelum berangkat ke UK, sahabat sahabat terdekat yang tau saya hamil langsung bertanya… trus kamu disana gimana nanti? hamil sendirian?

Yup.. sebagai ibu hamil tentunya ini pengalaman yang sungguh menarik. Saya hamil anak ketiga. Kalau disuruh milih ya mungkin saya akan menolak untuk hamil sendiri begini. Tapi apadaya Tuhan sudah memberi anugerah tanpa diduga-duga tak bisa ditolak, artinya tidak ada pilihan buat saya selain maju dan tegar.

Bumil itu melow, moodswing, sebentar sedih sebentar bahagia.. ya semua sindrom itu gak bisa dihindari sebagai bagian yang alamiah dari proses kehamilan itu sendiri

Alhamdulillah anak saya yang ketiga ini sepertinya cukup pengertian dengan kondisi mommy nya yang jauh dari keluarga. Tidak ada mual tidak ada morning sickness, tidak ada ngidam aneh2, makan juga ngga rewel apa aja masuk, fisik juga alhamdulillah cukup kuat, jalan kaki berjam-jam nyantai aja, lari2 kecil juga sanggup saya jalani, angkat koper 30kg dari lt 1 ke lt 2 bolak balik juga bisa sendiri, temen disini sampe heran betapa perkasanya bumil yang satu ini.. rasanya seperti lupa kalau sedang hamil. Makanya waktu saya liyat dia di USG pertama kali begitu lincahnya berputar2, subhanallah.. indah sekali rasanya.. ternyata dia ada di dalam tubuhku.. menemaniku..

Hanya saja sedikit rasa gatal setiap malam menyerang kaki dan sebagian perut saya, sudah saya tanyakan ke dokter tapi akan dicek dulu apakah berhubungan dengan kehamilan atau sekedar alergi saja…

Tapi yang namanya melow ya tetep ga bisa dihindari setegar apapun jadi bumil. Disisi lain, ayahnya juga entah dengan kesibukan barunya mengurus anak dan rutinitasnya tanpa ada istri, waktunya tersita habis, tak sanggup lagi dia bertanya bagaimana kehamilan saya… tidak ada lagi waktu senggang untuk ngobrol dengan istrinya lewat telpon ataupun whatsapp.. membicarakan hal-hal yang simple

Jadi bumil ini harus struggle sendiri dengan kehamilannya, dengan studynya dan dengan LDR (Long Distance Relationship) nya… fiuuh…  Akibatnya apa, ya bumi makin melow dong ya.. Tapi life must go on, bumil.. nangis2 sendiri tengah malam tetep ga bisa dihindari meski bumil dah coba keluar jalan-jalan untuk mengalihkan rasa melow itu

Kadang tiba2 pengen aja gitu ditanya seperti dulu “nda, sehat? dedek gimana? rewel ga di perut? kuliahnya gimana?”… so simple kan.. tapi rasanya suami sudah terbebani dengan sejuta permasalahan domestik akibat saya tinggalkan ke sini, sehingga ga sanggup lagi bertanya hal hal yang sederhana seperti itu.. Kalau diminta, malah jadinya ribut, “kenapa kamu masih nuntut dengan keadaanku seperti ini, ngasuh anak, bekerja, ngurus rumah, ngurus pembantu, ngurus ibu mertua”… sigh.. iya juga istri yang salah memang kenapa ga ngerti kesibukan dia…

Tapi saya kan ke sini juga dengan dorongan suami, andai dia tidak memberi izin saya pastikan 100% saya tidak akan berangkat… dia yang mensupport saya, yang menyuruh saya memilih negeri yang jauh.. katanya once in a life time..

Artinya bumil harus menerima takdirnya… menjalani kehamilan sendiri di negeri orang.. “sendiri” in the real meaning.. physically and mentally..  semoga kuat ya nak mommy nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s