My Dreams come true

Yakin bahwa Allah selalu menunjukkan jalan untuk apa yang kita minta..

Dan saya menjadi semakin yakin, ketika keajaiban ini terjadi.

Keajaiban pertama adalah saat saya dikirim ke Tokyo.

Keajaiban kedua yang paling saya ingat adalah saat saya mendapat pekerjaan sebagai dosen di bintaro.

Keajaiban ketiga adalah saat saya mendapat beasiswa s3 ke sydney.

Dan pasti banyak keajaiban lain  yang sebenarnya kita minta, tanpa kita sadari, dan Allah pun memberikannya untuk kita.

Pergi ke Tokyo

Cerita tentang keinginan saya melihat negeri sakura itu bermula saat saat saya melihat ada pengumuman program exchange student ke jepang, saat itu saya masih berkuliah s1. Bersama teman saya, evi namanya, kami berburu formulir aplikasi dan mencoba melengkapi semua persyaratan dengan dengan baik. Namun, memang saya tidak melakukannya dengan sepenuh hati. Saya cuman ingin coba2. Sambil membayangkan berada di negeri sakura seperti yang ada di novel2. Ternyata kami berdua gagal. Ada apllicant lain yang lebih niyat dari kami dalam mengisi persyaratan aplikasi itu. Saat saya bermimpi itu terjadi tahun 2005 akhir.

Tak lama, saya pun melupakan hal itu. Saya bekerja, dan di pertengahan tahun 2008, tiba2 ada email masuk. Tanpa isu, tanpa gosip apapun. Saya terpilih bersama rekan-rekan yang lain untuk mengikuti acara shareholder gathering ke TOKYO. Whaaattt???? Bagaimana mungkin? Saya kucek2 mata, bertanya pada sekretaris direksi, apakah email itu mungkin salah kirim. Bagaimana mungkin saya yang anak masih unyu2 di kantor bisa terpilih satu-satunya di divisi IT yang berangkat ke Jepang?? Masya Allah.. saya bingung bagaimana harus meluapkan rasa syukur saat itu, rasanya jika Allah sudah berkehendak maka terjadilah. Entah siapa yang merekomendasikan nama saya. Saya berterimakasih atas kebaikan orang itu. Akhirnya meninggalkan bayi azkia yang masih berumur 5 bulan, sayapun berangkat ke negeri impian saya… Tokyo.

Pekerjaan di Bintaro

Keajaiban selanjutnya adalah saat saya mendapat pekerjaan di bintaro, dekat dengan tempat tinggal saya. Mimpi saya bermula pada saat tahun 2007 , kami membeli rumah di bintaro. Saat itu saya dan suami masih bekerja di gedung yang sama. Capek. Kami tidak punya mobil, sehingga harus mengandalkan motor untuk ke kantor. Lalu saya bilang ke suami saya, “ayah, disini ada bank besar, aku pengen kerja di sini saja”. Saya selalu berdoa, semoga ada pekerjaan yang lebih dekat dengan tempat tinggal saya. Saya mau meskipun hanya bekerja menjadi guru TK atau teller saja, yang penting dekat dengan rumah, dekat dengan anak.

Dengan kesepakatan berdua, suami mengizinkan saya untuk resign dari pekerjaan yang sangat nyaman, di tahun 2009. Lalu melanjutkan kuliah di UI salemba. Saya masih tidak tahu akan bekerja dimana setelah lulus. Saya berpikir, mengajar di sekolah saja. Tiba-tiba, di penghujung masa kuliah saya, akhir 2010, datanglah rombongan tim dari sebuah universitas baru di bintaro, menawarkan dan mencari dosen untuk ditempatkan di bintaro. Ya… bahkan saya tidak tau mereka memasang lowongan di koran. Saya tidak pernah mencari tau lowongan pekerjaan di bintaro. Saya pikir saya akan fokus menyelesaikan thesis saya dulu. Alhamdulillah siapa sangka, akhirnya saya mendapatkan pekerjaan impian saya. Dosen di Bintaro. Yang ngantornya cuman 5 menit dari rumah.

Beasiswa S3

Yang ini mimpinya memang setengah-setengah, dari jaman kuliah s1 pengen kuliah keluar negeri, tapi ya cuman pengen aja. Mimpi ini makin memuncak ketika saya mau resign dari pekerjaan di kantor. Tahun 2009. Saat itu bersamaan dengan saya, ada teman yang resign juga karena mendapat beasiswa s3 ke jepang. Waktu berpamitan sama rekan-rekan di kantor, saya ditanya, mau kemana? rekan saya yang sudah tau berita tentang rekan saya yang mendapat beasiswa spontan mengucapkan “waaah selamat yaaa..hebat masih muda sudah s3, ke jepang pula”… jleb jleb.. sedangkan saya? mungkin hanya jadi ibu rumah tangga, dan kuliah di sini saja tanpa beasiswa, saat ditanya saya menjawab “sampai ketemu di australia”… saya asal nyebut saja waktu itu. Teman saya mengaminkan pernyataan saya. Mereka tahu, bahwa saya tidak akan kemana-mana, hanya di sini saja.

Tahun 2013, pengumuman pun datang, Alhamdulillah saya berangkat januari 2014 ke sydney, untuk menjemput mimpi saya.. bagaimana saya mendapat keajaiban ini, akan saya uraikan di post yang lain..

Allah tidak pernah tidur.. saya semakin yakin, Allah telah mengatur skenario terbaik untuk menuju mimpi kita.  Saat gagal, yakin bahwa itu adalah bagian dari skenarioNya yang mendekatkan kita pada impian.. Jangan putus asa, semua akan indah pada waktunya..

7 thoughts on “My Dreams come true

  1. waaahhh selamat ya Mbaaakkk semua mimpi diijabah selama itu dalam hal kebaikan. Salut ama obsesi dan mimpi2nya serta semangat Mbak. Aku mah ga kepikiran buat kuliah lagi, cukup S1 aja mau dirampungin buru2 nih, hehehe

  2. Merinding bacanya mbak….aku juga 2 kali dalam hidup apa yang saat itu terlontar secara tiba tiba, setelah beberapa tahun kemudian menjadi kenyataan. Subhanallah..
    btw salam kenal🙂

  3. mbak nung, hebaaaat🙂
    selamat nggih mbak
    ya ampun pdhl aku tinggal di dkt bintaro2 sini, pgn deh silaturahim ke rumah mba nung🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s