Jelang 5 tahun pernikahan

Bulan november nanti insyaallah akan jadi bulan penuh momentum.. 3 bulan lagi usia pernikahan kami tepat 5 tahun. Mudah2an segalanya lancar amiin.. Ada 3 event penting yang akan terjadi..

Memasuki tahun ke-5 pernikahan, sebenarnya saya pribadi masih merasa seperti pengantin baru yang saling jatuh cinta dengan menggebu-gebu🙂 hanya saja rutinitas membuat intesitas komunikasi sedikit berkurang.

Jika sesekali terjadi keributan, masih seperti yang dulu, berakhir dengan pelukan..

Yang berbeda hanya satu, rutinitas kadang membuat jarak, sehingga terjadi kesalahpahaman, dan kejutan2 lain.

Memasuki tahun ke-5 pernikahan memang banyak yang berubah, saya telah berstatus kembali menjadi ibu bekerja, meski tidak seberat dulu, suami juga mendapat posisi baru, memimpin beberapa tim kerja, dengan beban pekerjaan yang tentunya berbeda dibanding sebelumnya.

Perubahan-perubahan ini menjadi sedikit banyak kebiasaan masing2 di rumah juga berubah. Azkia pun memasuki usia 3 tahun, yang artinya udah bukan bayi tiga tahun lagi, dah makin banyak maunya, makin heboh tingkahnya🙂

Saya sebagai istri yang dulu sempat (hahaha “sempat” :p) menjadi ratu rumah merawat suami, anak dan rumah dengan tangan sendiri, skrg jadi lebih cuek. Suami dengan kesibukan baru nya, memanaje beberapa project dan tim yang berbeda sekaligus, membuat waktunya lebih banyak tersita untuk pekerjaannya. Dan entah kebiasaannya pun berubah, mungkin tuntutan pekerjaan juga, dia lebih senang (dan agak memaksa dengan kemarahan) dalam menekuni hobbinya sendiri.

Keributan2 kecil pun terjadi, saya salah, diapun salah. Di saat2 seperti itu, di saat masing-masing tak ada waktu untuk bercerita hal2 yang tidak penting lagi, hanya sentuhan fisik cukup dapat meluluhkan hati yang keras. Masalahnya adalah, si kakak sudah besar, tempat tidur sudah tidak muat untuk bertiga lagi, hahaha… akhirnya sang ayah pun mengalah dan tergusur, karena memang dia yang selalu pulang paling malam. Akibatnya adalah sentuhan fisikpun jarang terjadi. Dan pagipun berulang denagan rutinitas kesibukan yang padat.

Sampai akhirnya kami menemukan kesepakatan bersama tentang waktu. Harus ada budget tambahan untuk menghabiskan waktu hanya berdua. Berbicara tentang kita. Kemudian sampailah kita pada kesepakatan untuk memberi adik buat azkia. Siapa tau memang ini adalah waktu yang tepat. Kami sudah siap. Agar tak lagi fokus pada hal2 sepele. Hahahha… kesepakatan yang aneh ya?

Alhamdulillah, dikasih oleh Allah, calon adik buat azkia sekarang masih di dalam kandungan. mudah-mudahan selalu sehat. amin.

Project baru kami mulai digarap, kehamilanku selalu menjadi fokus utama perbincangan kami. Syukurlah banyak perubahan positif saat ini. Setidaknya setiap kali pulang larut suami tidak lupa memegang tangan istrinya saat tidur, rasanya semua cerita sudah mengalir lewat genggaman tangan🙂 Hal-hal yang penting maupun tidak penting disampaikan melalui sms dan email, kemudian dibahas kalau ingat dan ada waktu, hahahaha *udah basi sih kadang😀

Pelajaran hari ini suami istri jangan menyepelekan sentuhan fisik, memang kadang kelelahan membuat masing-masing ingin tidur gaya bebas sendiri2, tapi sempatkan sedikit menautkan ujung kaki atau ujung jari tangan ke pasangan. Buat kami itu terbukti sangat efektif menyalurkan energi positif🙂

6 thoughts on “Jelang 5 tahun pernikahan

  1. Waduh,
    Bener nich ucap bu Nungqee,” suami istri jangan menyepelekan sentuhan fisik, memang kadang kelelahan membuat masing-masing ingin tidur gaya bebas sendiri2, tapi sempatkan sedikit menautkan ujung kaki atau ujung jari tangan ke pasangan & terbukti sangat efektif menyalurkan energi positif”.
    Thanks
    Pak Yanto-Semarang
    yanto3mba@yahoo.co.id / 02491076734

  2. saya suka sekali blog mbak nungqee, begitu apa adanya, jadi saya bisa ikut terlarut dlm emosi hihi. saya kog tdk punya cukup keberanian untuk mengungkap diri secara blak-blakan di dunia online. kalo boleh, share donk dampak positif/negatif nya.. makasiih.

  3. Pelajaran hari ini suami istri jangan menyepelekan sentuhan fisik, memang kadang kelelahan membuat masing-masing ingin tidur gaya bebas sendiri2, tapi sempatkan sedikit menautkan ujung kaki atau ujung jari tangan ke pasangan. Buat kami itu terbukti sangat efektif menyalurkan energi positif

    >> hehehe aku sampe bingung baca paragraf terakhir ini, mbak. antara mau mewek terharu dan pringisan ingat model tidur suami yg hobinya ndusel😛

    aku copas ya mbak, buat self-reminder😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s