perhatian kecil yang ternyata berguna

Kemaren entah kenapa tiba2 mood untuk memerah ASI sedikit tak sebagus biasanya, maleeees banget, belum apa2 sudah kebayang pegelnya tangan dan leher ketika harus memenuhi sebotol susu ukuran 150 ml yang kubawa. Biasanya jam 10-an sudah berangkat ke toilet untuk melakukan pekerjaan rutin ini, tapi kemaren aku beranjak agak siang, sekitar jam 1 an,

tapppiii oo’ooww betapa senangnya aku ketika membuka cooler bag ku terselip pasrah sekotak susu ultra coklat kesukaanku… cihuyy..
ini pasti ulah si mas yang tiap hari menyiapkan botol susu dan coolerbag ku selagi aku memerah sesi 1 di rumah🙂

huwaaaaaaaaaa… seketika semangatku langsung pulih… hahaha… dengan bayangan menengguk sekotak susu ultra dingin setelah selesai acara perah memerah ini… suegeer e rek😀 alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan😀 lumayan hampir luber saking semangatnya.. hahaha..

Dan hari ini, aku menemukan lagi-lagi si makanan favoritku (kali ini edisi double impact dari breadtalk ) yang terselip pasrah di dalam coolerbag ASIP ku🙂

horeeeeeeeeee… memerah lagi aaah..

*sesederhana ini ya ternyata… kadang perhatian yang kecil dan remeh seperti ini bisa membuat produksi ASIku menjadi makin banyak loh.. terimakasih suamiku..

ayoo para bapak2, jangan segan2 memberi kejutan perhatian kecil pada sang istri ya… biar produksi ASI untuk si kecil juga makin lancar😛

selamat memerah ibu2 !!

13 thoughts on “perhatian kecil yang ternyata berguna

  1. Wah, senengnya🙂 . Hehehe Ayahnya Dita gak pernah memberi perhatian seperti itu, perhatiannya dalam bentuk lain😉 . Kalau soal memerah ASI, semangatnya muncul kalau membayangkan wajah Dita🙂

  2. @ Bundanya Dita:

    coba dijelaskan contoh bentuk perhatiannya ayahnya Dita, siapa tau menginspirasi bapak2 lainnya😀
    Kalo soal membayangkan wajah Azkia, mm.. memerah di depan anaknya langsung aja susah, malah digangguin sama Azkia… hahaha😀

  3. Dear Mbak nungqee lagi BW nih nyangkut disini..baca tulisannya jadi kangen meraah..hehhe hiks walau masih ngasih asi sampe sekarang (18 month)(kalo malem pulang kantor and weekend siang malem) tapi dah 3 bulan ini aku berehenti merah dikantor, ..bandeel… :p

  4. Yuks yuks…
    Suamiku sih cuma sekali bilang,”Bu, yang semangat ya memerah asinya, demi Willa.” *dengan tatapan mata nan hangat, cieh cieeh

    Udah. Sampe sekarang terngiang2 dan terbayang2 terus.

    Sampai orang kantor manggil aku : dugong. Hehe, emang sapi laut??!

  5. Salam kenal dari Linus Airways. Semoga sukses selalu untuk Anda. Mampir ke blog Linus ya, jangan lupa tinggalin komentar atau masukannya.
    Terima kasih.

  6. Salam kenal ya, saya henny-bunda Aliyyah, tahu blog bunda Azkia, dari mom Justin-mama nicho.
    Ngomentarin tentang dukungan suami untuk ibu menyusui, saya setuju sekali kalau suami punya andil besar untuk mensukseskannya. Saya sendiri mengalaminya, kalau saja saat itu (habis melahirkan) saya tidak “dijaga” suami, mungkin saya tidak bisa menolak permintaan ibu mertua saya memberikan susu formula bagi si kecil saya. Awal yang berat Alhamdulillah akhirnya bisa kami lewati, dan sejak saat itu suami menjadi partner kerja saya dalam mencukupi kebutuhan ASI si kecil. Moga bisa terus menyusui ya (doa yang sama untuk saya sendiri yang juga masih menyusui). Salam ASI🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s