alergi antibiotik

berita duka dari milis sebelah..

*speechless.. ga kebayang gimana bayi dan balita yang ditinggalkan..

 —– Original Message —–
> From: “Deni Fadriah” <dhfadriah@yahoo.com>
> To: <sehat@yahoogroups.com>
> Sent: Monday, November 03, 2008 3:38 PM
> Subject: [sehat] Bunda, saya sedih…
>
> Assalamualaikum Bunda ,SP semua
>
> Bunda, saya lagi sedih banget, pingin nangis rasanya …hieks
>
> Kemaren siang istri bos saya meninggal dunia. Beliau masih muda, mungkin
> sekitar 26 tahun (kalo gak salah). Dia meninggal hampir dua bulan setelah
> melahirkan anaknya yang kedua secara caesar
>
> Kronologisnya begini
>
> Tanggal 06 September 2008 kemaren istri bos saya melahirkan secara caesar
> di RS A di kota Batam. Dia terpaksa caesar lagi karena jarak kelahiran
> anak yang pertama (lahirnya caesar juga) dengan anak yang kedua belum ada
> 2 tahun. DSOG-nya gak berani ambil resiko lahiran normal dan dia disuruh
> caesar lagi aja biar aman. Ok mereka setuju dan siap2 buat operasi lagi.
> Waktu operasi sampai bayinya lahir gak ada masalah, bayinya pun sehat.
> Pokoknya mereka berdua sepenglihatan mata saya sehat wal afiat dua2nya
>
> Nah, setelah stay dua hari di RS merekapun pulang dengan dibekali obat2an
> yang lumayan banyak. Menurut bos saya obat2an itu adalah antibiotik yang
> kata dokternya buat mencegah infeksi luka sehabis operasi dan vitamin.
> Beberapa hari di rumah, istrinya mengalami bengkak2 diwajahnya karena
> alergi antibiotik. Dibawa lagilah dia ke RS, opname beberapa hari.
> Bengkak2nya hilang tetapi&nbsp;setelah pulang dari RS dia mengalami demam,
> nafsu makan hilang, badannya lemes dan perutnya dekat ulu hati sakit.
> Dibawa lagi ke RS, tapi kali ini ke RS yang lainnya, sebut saja RS B
>
> Beberapa hari RS B tetapi tidak diketahui secara jelas apa penyakitnya.
> Akhirnya dengan satu dan lain pertimbangan, mereka memutuskan untuk
> dirawat di Medan aja (mungkin karena diMedan ada keluarga yang akan
> menjaga, entahlah saya juga tidak tahu pasti alasannya). Di Medan istri
> bos saya ini di rawat sekitar +/- 10 hari sampai akhirnya Minggu 02
> November 2008 jam 1 siang kemaren dia pergi untUk selamanya. Pergi
> meninggalkan dua anak yang masih kecil. Yang no 1 tanggal 01 January nanti
> genap 2 tahun sedangkan si bungsu yang baru mengenal dunia ini belum genap
> 2 bulan waktu di pisahkan selama-lamanya dari mama tercinta
>
> Bunda
> Saya sedih sekali. Waktu nulis email inipun saya berurai airmata. Ternyata
> antibiotik bisa menyelamatkan nyawa manusia sekaligus juga bisa membuat
> manusia meregang nyawa. Betapa ironisnya. Obat2an yang seharusnya sangat
> berguna untuk kelangsungan hidup manusia sekaligus juga bisa jadi
> pembunuh. Saya tidak menyalahkan siapa2, saya cuma menyesalkan kenapa hal
> ini bisa terjadi. Kasihan anak2 mereka yang masih kecil2 dan sangat butuh
> mama disisi mereka.
>
> Bunda
> Maafkan jika curhat saya ini terlalu panjang. Ini suatu pelajaran yang
> sangat berharga buat kita bahwa obat2an itu apapun labelnya tetap racun,
> jadi kita mesti hati2
>
> wassalam
> deni – batam
>
>

19 thoughts on “alergi antibiotik

  1. Obat bisa menyembuhkan namun juga racun jika berlebihan atau tak sesuai. Di satu sisi, setiap orang juga mempunyai reaksi yang berbeda. Paling aman adalah agar masing-masing mencatat, obat apa aja yang membuat alergi, dan mesti diberi tahu jika ke dokter manapun.

    Adik teman saya punya langganan dokter di Bandung. Saat itu dia tingkat akhir di Sipil ITB, dan lagi sibuk menulis skripsi. Dia merasa kupingnya berdenging dan badan ga enak…terus ke dokter langganan…diberi obat yang sama, seperti yang selama ini dimakannya setiap kali sakit flu dsb nya. Setelah makan obat, bukan sembuh, malah parah, bahkan bibirnya saling menempel…dan sakit adik teman ini akhirnya entah kenapa malah didiagnosa kanker…dan 2 tahun kemudian tiada. Keluarga tak menyalahkan siapapun, namun kemungkinan sakit terakhir dan pemberian obat sebagai pemicunya….dan sebetulnya bibit penyakitnya sudah ada. Jadi, sebetulnya memang sulit….

  2. kita jadi pasien pun hrs bijaksana menyikapi suatu diagnosa dokter.jangan mudah nerima aja perkataan dokter yg bs saja ga pas.

    saya sendiri beberpa kali mengalami berkonsultasi dgn dokter saya nilai arogan.bahkan anak saya pernah jadi korban,sejak itu sy menjadi sangat selektif thdp dokter yg kan dikunjungi.

    dampak positifnya jadi giat mempelajari ilmu kesehatan lewat buku2/internet.setiap kali suami,anak atau sy sendiri sakit berusaha cari pengobatan alami salah satunya thibbun nabawi.

    ke dokter ttp perlu utk mengetahui penjelasan medis atas keluhan yg dirasakan tp ga selalu perlu menebus resepnya.

    ada satu lg buku yg menurut saya baik… buku karya dr.husein “be your own doctor”… penulisnya seorang dokter tp ga hanya berorientasi pd obat kimia sj tp holistic care

  3. biasanya sblm dikasih antibiotika si ibu di tes alergi dulu, seperti saya sblm operasi cesar di tes apakah alergi thd antibiotik atau tdk, setelah itu baru di beri antibiotik jika memang tdk alergi.
    kok dokternya bs kecolongan ya? ck..ck..

  4. Hi nurul.
    mungkin nggak ya sakitnya yg terakhir itu (demam,nafsu makan hilang, badannya lemes dan perutnya dekat ulu hati sakit) terpisah dari alergi antibiotik? alergi antibiotik mungkin yg membuat bengkak di wajahnya… tp dememnya apa bukan karena ada infeksi pasca operasi ya…
    just my opinion… secara saya bukan dokter juga….

  5. aku sendiri merinding, dan jujur paling anti sama obat2an, mending mengandalkan self immun, makan buah dan sumber vitamin biar tubuh bisa menangkal penyakit2 yang ada, tapi bener juga kata vilda, kita harus proaktif, banyak2 cari tahu informasi, jangan terima gitu aja perlakuan dokter

  6. Setuju juga dengan jeng Vilda dan Jeng Nurul. Kita harus bijak mengkonsumsi obat2an, istilah kerennya RUM (Rational Use of Medicine). Btw, selama menyusui sekarang saya cuma mengkonsumsi vitamin Obimin AF. Kalau ibu2 yang lain gimana?

  7. @Bundanya Dita :

    Saya gak konsumsi apa-apa, kecuali CDR kalo lagi mau agak2 ga enak badan, sama ASifit pas awal2 nyusui (ini juga karena terpengaruh iklan sih… hahaha😀 ) tapi setiap hari berusaha makan buah dan sayur, minum air putih buanyak2, sama susu sapi, sama sari kacang hijau.. banyak juga ya😛

  8. Jeng Nurul,
    Aku juga awalnya selain Obimin itu juga konsumsi Moloco. Tapi sptnya Moloco gak ngaruh sama banyaknya ASI ku makanya aku hentikan. Yang ngaruh justru makan pepaya mentah yang dikukus. Nah skr mending yang alami. Lagian selain alami, gratis lagi, pepaya tinggal metik di belakang rumah🙂.Kebetulan aku juga makannya buanyak lho😀 . Walau dulunya makan buah jarang2, apalagi minum susu rasanya ogah banget. Skr ya harus mau. Demi anak🙂

  9. Ass.wr.wb
    sekedar berbagi, tgl 3 november kemarin saya alhamdulilah saya telah melahirkan bayi perempuan melalui operasi caesar, dan cerita di atas betul2 mirip dgn apa yg saya alami, pada malam hari setelah operasi caesar saya mengalami bangkak2 di seluruh badan, badan saya membiru dingin dan lemas tapi alhamdulilah saya masih bisa tertolong, kami sekeluarga curiga alergi antibiotik, tapi suster bilang alergi udara karena kalau alergi antibiotik seharusnya sudah mulai terasa maksimal 2 jam setelah dilakukan pemeberian antibiotik tsb.

  10. @delcrit :

    wah, mbak bener ya ceritanya.. apakah sebelum dikasih antibiotik tidak ditanya2 dulu atau dites alergi gitu? serem juga ya?

    Kemudian langkahnya apa setelah ketauan bengak2 biru begitu, mungkin bisa disharing agar bila mengalami keadaan serupa kita tau apa yang harus segera kita lakukan.

    thanx ya, sharingnya disini

  11. suamiku juga alergi antibiotik, matanya bisa bengkak ga keruan. Meskipun lolos tes antibiotik yang di kulit.. Jenisnya yang mana, mau tak mau harus dicoba. Setelah muncul alerginya, langsung disuntik antialerginya😦

    Jangan pernah ninggalin pasien alergi antibiotik sendirian, kalau sampai sesak napas gawat deh.

    • Kalo sy sendiri alergi juga sm antibiotik , tp reaksinya memang dlm hitungan hari setelah meminumnya, muka sy beruntusan kecil2 kemudian didalamnya ada cairan putih entah itu seperti lemak ato apalah ga ngerti. Skrg sy sdh punya baby baru berusia 6bln, terakhir dia skt batuk pilek dan dberi obat oleh dokter yg ad antibiotiknya,setelah b2rapa hari kulitnya merah2 seperti kena campak. Sy jadi ngeri dech sm yg namanya antibiotik, ternyata menurun juga sm anak saya. Btw kalo ada yg tau cara utk menyembuhkan luka karna alerginya mohon share ya? Trimakasi..

  12. mba, ikutan share yah…
    biasanya emang klo mo caesar biasanya di tes dulu (cerita teman karena aq alhamdulillah melahirkan normal).
    tapi, pengalaman pribadi, kita juga harus aware ama diri kita sendiri. mungkin kita santai aja pas pertama kali ketauan alergi antibiotik karena cuma gatal – gatal atau gejala ringan lainnya, tapi sepengetahuanku untuk yang pernah alergi antibiotik, klo ini terjadi lagi akibatnya bisa fatal karena orang lain tidak tau klo dia alergi (mis : klo kecelakaan trus kitanya ga sadar n dikasih antibiotik gimana?)
    himbauan aja untuk yang alergi antibiotik, biasakan menuliskan alerginya terhadap turunan obat yang sejenis, ex : mis pinicilin, pada identitas pribadi anda. jadi klo ada keadaan darurat,pertolongan yang diberikan bisa sesuai..
    terima kasih

    maaf suka intip2 rumahnya mba nungki utk nambah ilmu… salam kenal…

  13. wah saya juga kurang begitu tau, wong lg nggak sadar yg pasti yang saya inget sayadikasih infusan anti alergi, terus diguyur (itu bahasa dokternya yg saya denger) waktu tekanan darah saya turun jd 60 per 50 kl ga salah, dan setelah diguyur itu naek jd 110 per 70. gitu mbak nung.

  14. nurul..kok ceritanya mirip sama kisah nyata temen..gatau kronologisnya gimana, tapi sang istri juga meninggal setelah 2 bulan melahirkan secara caesar…hixs…

  15. sy jg alami kasus yg sama. 2bulan stelah cesar anak ke2. sy alami gatal dan bengkak2. awalnya dibibir, bisa dua sampai 3x sminggu. tapi lama kelamaan wajah, tangan,lipatan kaki dan paha juga bentol2,gatal dan merah. lama2 tangan dan telapak tangan jg ikut stiap sy mkan ikan laut,daging dan makanan yg memakai vetsin. sy jd ingat pas cesar sy disuntik antibiotik, pdhal stiap disuntik antibiotik badan sy lgs gatal dan panas. hal itu sdh sy konfimasi ke suster dan dokter,tapi tdk ada probahan. skrg sy mau berobat dan caritau knapa wajah sy skrg jd bengkak2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s