Counting Down …

tik tak tik tak… jarum jam terus melaju dengan kencang, seirama dengan detak jantungku yg juga makin deg degan, gelisah …7 hari lagi masa cutiku habis.

Tiap malam aku jadi ga bisa tidur… bener2 ga nyenyak tidurku… bolak balik aku pandangi wajah imutnya buah hatiku ketika sedang terlelap…

“anakku.. maafin bunda ya, kalo saat ini bunda harus bekerja ‘8-to-5’, buat masa depanmu nak, dan anak-anak lainnya, supaya bisa sekolah tinggi2, bisa jadi orang yang sukses ”

“bunda janji sayang… semua ini nggak akan lama, segera setelah bunda dapat jalan keluarnya, bunda akan menemanimu sepanjang hari, bersabar ya sayang .. !! “

Beberapa hari terakhir ini, Azkia entah kenapa, nangisnya tiba2 kenceng sekali, padahal udah kenyang, kalo udah begitu maunya cuman sama aku, digendong mbah nya nangisnya makin kenceng, begitu aku peluk, dan aku nggendong sebentar, trus aku ajak maen2, dia ketawa, ngoceh2… dingiiin rasanya hati ini… ya Allah begini ya rasanya jadi ibu…

Tiba2 ada perasaan takut banget kalo bayiku merasa nggak nyaman sama dunia ini, dia yang masih belajar banyak hal, aku pengen banget bisa selalu peluk bayiku sepanjang hari, sambil berbisik “anakku, bunda di sini sayang, jangan takut ya menghadapi kerasnya dunia, kalau kamu resah, peluk bunda, rasakan belaian bunda, kelak kamu pasti bisa jadi orang hebat nak, kelak kamu pasti bisa menaklukkan kerasnya dunia !”, sambil tak terasa sudah menetes satu dua air mataku… ini sindrom apa yah? kalo baby blues kok telat amat? hmmm😦

Pekerjaan berat ada di depan mata, sempat terbersit pikiran untuk resign dari pekerjaan ini, berat rasanya kalo tiba2 harus lembur sampai pagi karena ada problem yang harus di solve saat itu juga😦

Sempat trauma, yang pernah ditahan di kantor sampai jam 2 pagi, ketika sedang hamil.. bahkan setelahnya masih ada 3 hari berturut2 pulang larut…

Kerja sabtu minggu rutin tiap 1bulanan, 3 bulanan… meskipun bisa di-remote dari rumah, tapi itu pasti menyita perhatianku dari Azkia…

Aku sadar setiap pekerjaan ada resikonya, tapi… berat untuk memilih… apalagi Azkia sedang lucu2nya sekarang, mendengar ocehannya serasa mendengar alunan musik terindah… ya Allah lindungilah anakku..

Semoga segera ada jalan keluar terbaik, agar aku bisa tetap punya banyak waktu menemani anakku, tapi juga tetap bisa bekerja… seperti dulu nenekmu membesarkan bunda.. mudah2an ya sayang… kita berdoa selalu..

Jadi inget puisinya ratih sanggarwati,

Anakku…

Bila ibu boleh memilihApakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu, maka ibu akan memilih mengandungmu?

Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah Sembilan bulan nak…Engkau hidup di perut ibu

Engkau ikut kemanapun ibu pergi Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan

Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata

Anakku…

Bila
ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus
berjuang melahirkanmu. Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu

Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu, adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga

Karena
kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat
ibu rasakan Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua

Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit, yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan
ketika engkau hadir,tangismu memecah dunia Saat itulah…saat paling
membahagiakanSegala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan, Kalimat syahadat kebesaran
Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah ditelinga
mungilmu

Anakku…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu, maka ibu memilih menyusuimu

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga

Merasakan kehangatan
bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu adalah sebuah rasa luar
biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku…

Bila
ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat atau duduk di
lantai menemanimu menempelkan puzzle Maka ibu memilih bermain puzzle
denganmu

Tetapi anakku…

Hidup memang pilihan…Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana Maka maafkanlah nak…Maafkan ibu…Maafkan ibu…

Percayalah
nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita, agar tidak ada
satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak…Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak…Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)

19 thoughts on “Counting Down …

  1. aku rada aneh baca curhat ini, gak mau banget ngorbanin kerjaan daripada anak, Gaji suami kurang bu? doa dari rumah biar rejeki lancar anak terkontrol.Kalo anak ada apa baru nyesel seumur hidup, kenapa ggue ninggalin dia, Hik hik. Gak ada bangga bangganya punya karir but anak diurus org, entar mukanya kayak yg ngurus lg. Maaf ya bu,…..Diapus aja dech biar gak sakit hati

  2. Mb. Nurul, Azkia dah punya pengasuh yang sangat kredible kan? Jalani saja, suatu saat Azkia akan sangat bangga punya bunda yang tangguh dan gak pernah kering kasih sayangnya.

  3. dilema ini pernah saya alami waktu dg anak pertama, yg saya lakukan utk ngurangi rasa bersalah adalah tetap semangat dg asi exclusif bahkan tetep menyusui sampe 2 thn, dari plng ktr sampe mau brkt kantor anak kita yg urus, pengasuh cuman pas kita kerja, kebetulan saya memang nyari pengasuh yg pulang hari, jadi semua rumah, anak dan keperluannya kita siapin, pengasuh dtg pagi semuanya udah beres tinggal konsen ke anak aja. Pulang kantor stlah kita bersih, pengasuh pulang. Sabtu minggu dan hari libur anak sama kita. Capek memang tapi puas.
    siapa sih ibu yg gak ingin ngasuh anaknya sendiri, kl bisa seluruh jiwa raga buat anak. yakin kan pilihan kita itu yg terbaik, terus berdoa, Insya Allah ada jln terbaik dari-Nya.

  4. Azkia akhir2 ini menangis mungkin karena pikiran ibunya lg ga tenang. Dulu saya sempat merasakan ini juga. Malah sampai anak saya sakit hik..
    Rileks aja, ada kalanya kita harus memilih yang terbaik untuk keluarga dan anak.
    Soal pilihan mana yang terbaik, cuma kita dan keluarga yang mengerti.
    Lagipula, Azkia skr di tangan yg pas.

  5. nung…aku juga ngalami seperti itu kok…awalnya memang berat tapi setelah dijalani InsyaAllah gak seberat yang dibayangkan…kan ada si bude, ibu bekerja dan ibu tidak bekerja dua-duanya hebat kok,kalau tujuannya mulia sok jalani dengan ikhlas…gak usah ragu ya say..karena tiap orang tua pasti melakukan yg terbaik untuk anaknya..ntah sbg ibu bekerja ato ibu yang tidak bekerja….jadi TETAP semangat !!! pasti azkia tau kok bundanya sangat2 sayang padanya…

  6. setuju dengan rini, azkia pasti tau kok ibunya bekerja bukan buat ninggalin dia tp demi kesejahteraan dia, buat masa depannya. semangat nung!

  7. 😦..memang dilema..tp ini semua khan demi azkia..bukan untuk siapa2..bila sudah besar nanti azkia pasti bangga punya bunda yang hebat seperti bunda nurul..😉 semangat mba yu..

  8. saya merasakan kondisi dilema antara keinginan dan keadaan,pd saat anak ke 2, saya terpaksa pisah tidur dgn bayiku selama 2 tahun karena kondisi kesehatan saya yang tidak memungkinkan untuk mengasuh secara total walaupun kami tetap serumah .. alhasil dia tidur dengan pengasuhnya ..nyatanya di usia 2,5 tahun,dia mencariku dan ini adalah kebahagiaan bahwa bayi tetap tahu ibunya dan terikata oleh ikatan batin yang kuat .. karena 9 bulan sudah terbukti selalu bersama

  9. Nung, bismillah aja coba dijalani dulu. Kalau memang ternyata nantinya gak sanggup atau gak nyaman dengan kondisi seperti itu ya sudah jangan dipaksa. Toh pintu rezeki banyak jalannya. Tapi saat dijalani, jalani dengan sepenuh hati, jadi gak bikin depresi. Faiza azamta, fa tawakkal ‘alallaah. Mudah-mudahan aja gak seberat yang dikhawatirkan seperti yang dibilang M Rini (apa kabar M Rini?)

  10. Enak ya bisa kerja… jadi gak usah ngurus anaknya pagi sampe sore, silakan tanya ke ibu mana pun, semua jg milih “karir” drpd ngurus anak yg capeknya minta ampun…

  11. Waktu anak yang pertama, saya full urus dia 24 jam. Menyusui juga sampai 2 tahun. Tujuan utamanya, saya ingin benar-benar membuat dia merasa aman dan nyaman karena merasa diterima dan dicintai dengan tulus.

    Saya selalu menghindari kekerasan fisik dan verbal sekecil apa pun ketika berinteraksi dengannya karena saya ingin kelak ia dipenuhi kenangan-kenangan indah yang mendalam bersama orangtuanya, dan bukan luka akibat pertempuran-pertempuran kecil.

    Ketika ia merayakan ultahnya yang kedua, saya memutuskan untuk berkarir.

    Ternyata, yang penting adalah bagaimana menyeimbangkan pekerjaan dan anak. Kuantitas maupun kualitas. Berat, karena kita tidak mungkin mendapatkan dua-duanya. Hidup kita yang sudah dibeli perusahaan dengan gaji bulanan, tidak dapat menggantikan waktu yang hilang.

    Saya juga sedang mengalami dilema yang sama, apalagi sekarang sedang mengandung anak kedua yang diluar rencana.

    Sambil menjalani yang ada, saya terus meminta petunjuk. Toh sepusing-pusingnya kita merencanakan sesuatu, sudah ada yang punya rencana untuk hidup kita dan paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Jadi, kenapa tidak berjalan seiring dengan petunjukNya?

    Kalau toh saya harus resign dari pekerjaan sekarang, kalau toh harus kehilangan salah satu sumber penghasilan keluarga, kalau toh harus pindah ke kota lain, asal itu adalah jawaban dariNya, pasti saya jalani.

    Menjalani dengan keyakinan penuh bahwa itu panggilan hidup. Saya kok yakin, ketika kita berani melepaskan diri dari keterikatan, hidup akan lebih tenang.

  12. Nunung malah masih ada bude, dan sekarang zamannya Hp..dulu saya nggak ada siapa-siapa, bahkan telepon rumahpun tak ada. Kekantor masih naik bis…tapi Allah swt mendengar kok Nung, kalau kita bekerja sebagai ibadah, kan untuk keluarga juga. Syukurlah setelah 2 tahun di rumah kontrakan, saat si sulung umur 10 bulan saya mendapatkan rumah dinas…rasanya lega banget.

    Nunung harus percaya, kalau kita tetap memperhatikan, dan waktu diluar kantor dicurahkan pada keluarga…Insya Allah anakmu akan baik-baik aja. Percayalah dan titipkan pada Allah swt.

    Yang penting pilihan berkarir atau tak bekerja, semua tergantung keputusan dan kerjasama suami isteri. Saya bersyukur punya suami yang mendukung, tetangga yang baik..justru karena semua harus dikerjakan sendiri, saya bisa memanage waktu, dan membagi keseimbangan antara berkarir dan keluarga…dan ternyata keduanya sejalan, karirpun saya bisa sampai GM (walau ga sampai Direktur, tapi semua patut disyukuri…anak-anak yang sehat dan bisa diterima di PTN, serta bangga akan ayah ibunya).

  13. Apakah dunia sudah ditangan anda, hingga dengan yakin semua mendapat ridha Allah subhananhu wata’ala azza wa jalla ????

  14. HIDUP NURUL SEMANGAT TRUS …
    JANGAN MENYERAH MEMANG BERAT MENINGGALKAN BABY
    KITA DIJAGA MA ORANG LAIN TETAPI AWALNYA BERAT TAPI SAAT KITA PULANG KERUMAH DAN BERMAIN DENGAN BABY KITA PERASAAN BERSALAH ITU KAN BERUBAH KARENA KITA BERADA DI LUAR RUMAH.TETAPI KITA TIDAK SEDANG BERMAIN ATAU PUN BERSENDA GURAU TETAPI KITA BEKERJA YANG MANA KITA BEKERJA UNTUK KESEJATERAHAN ANAK KITA NANTINYA … SAYA MENGAKUI APA YANG DIHASIL KAN SUAMI SAYA CUKUP TAPI SAYA INGIN MEMBANTU SUAMI DALAM BIDANG FINANSIALNYA SUPAYA SAYA BISA MEMBERIKAN ANAK YANG TERBAIK… TETAPI SUAMI MANA PUN MEMANG TIDAK MAU ISTRINYA BEKERJA TETAPI BANYAK PERTIMBANGAN YANG AKHIRNYA SUAMI MEMBERIKAN ISTRINYA BEKERJA ..SAYA BEKERJA TETAPI ANAK SAYA TIDAK PERNAH KEKURANGAN KASIH SAYANG ORANG TUANYA TERLEBIH DARI SAYA.JADI JANGAN HIRAUKAN ORANG LAIN YANG MENGUMBAR PERKATAAN YANG MEM B-T KAN OK NURUL
    SEMANGAT UNTUK AZKIA…
    SALAM KU UNTUK KAMU NURUL

  15. Hai Nung .. Salam kenal dari aku , dari dulu aku sering mampir & baca baca tulisan kamu .. ini pertama aku kasih comment.. tulisan kamu bikin aku semangat buat kasih anak ku ASIP yang baru aku lakuin 2 minggu ini .. ya walopun hasilnya blum maksimal tapi Insya Allah bisa terus ada sampai my baby 2 tahun, amin .. salam buat azkia ya ..

  16. Gimana kalo nyari kerjaan freelance aja mbak .. kan dah banyak tuh, bisa jadi lebih stress sih -tergantung ordernya- .. tapi waktunya kan jadi bebas..
    google://freelance+programming

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s