Pentingnya Dukungan Suami SIAGA (part2)

Menjelang hari-H

Suami siaga menjelang hari-H, memahami betul apa yang harus dia lakukan ketika hari-H datang. Beberapa kali mengantar saya kontrol ke dokter, saya selalu menjelaskan berkali2 skenario dan tugas2 yang harus dia lakukan saat saya tiba2 harus segera masuk kamar bersalin untuk melahirkan. Hal ini termasuk menyiapkan segala administrasi asuransi yang kira2 dibutuhkan untuk proses persalinan. Juga menyiapkan rencana cadangan jika saya harus segera ke RS, ketika dia sedang tidak ada di rumah, misal dengan meyuruh pak satpam memanggil taksi.
Tapi saya cukup beruntung, saat mulai kontraksi, proses persalinan, sampai 3 hari perawatan di RS, suami saya selalu ada menemani saya. Adanya suami di samping saya membuat saya cukup nyaman dan tenang melalui semua proses itu. Bahkan ketika saya masih merasakan kontraksi di rumah, suami sempat saya minta untuk memeluk saya erat2 ketika kontraksi datang agar sakitnya mereda, lumayan efektif, saya merasakan kekuatan yang lebih. Tapi begitu sampai di kamar bersalin RS, saya hanya bisa memegang tangannya, karena kondisi tempat tidur tidak memungkinkan.

Saat persalinan
Suami juga harus tau apa2 yang harus dia lakukan ketika bayinya lahir, termasuk memotong tali pusar, sujud syukur, mengadzani dan membaca doa2 dalam buku yang sudah kami bawa.

Pasca persalinan

Suami saya setia menemani saya di RS selama 3 hari. Dan untungnya lagi RS dekat dari rumah, jadi kalopun suami harus pulang, saya tidak perlu menunggu terlalu lama sendirian di RS. Karena saya mengambil kelas perawatan yang sekamar 1 orang, ternyata cukup bete juga kalo sedang tidak ada penunggunya.

Suami bersedia bangun malam untuk mengganti popok dan menidurkan si kecil, sehingga 2 minggu pertama tugas istri hanya menyusui saja, kalau memang pemulihannya cukup berat, menyusui bisa digantikan juga dengan ASIP. Ibu perlu istirahat yang cukup agar ASI pun makin berkualitas. Pernah sih sedikit marah2 gara2 suami tertidur saat menggendong si kecil, waduh kan kaco tuh, bisa jatuh. hehe.. tapi sekarang dia sudah punya tips agar tidak tertidur saat menggendong anaknya, yaitu dengan bernyanyi😀 Saat siang hari saya berusaha tidur kapan saja ada waktu, ketika si kecil tertidur, untungnya ada bu lek saya yang membantu mengurus si kecil.

Beberapa hari saya terkena diare dan demam tinggi. Saya terharu saat si kecil menangis tengah malam, suami saya tidak mau membangunkan saya, dia bawa si kecil keluar dan dia nina bobok kan di luar kamar… secara dia juga blum terlalu jago menggendong dan menina bobokkan bayi, jadinya perlu effort yang cukup keras untuk membuat bayi kami diam dan tertidur.

Memberi perhatian yang lebih intens dan juga belaian2 lembut kepada si ibu, untuk menghindari terjadinya baby blues. Dan alhamdulillah saya nggak sampe kena baby blues, malah sangat happy sekali setelah melahirkan, rasanya seperti mimpi bisa jadi ibu🙂 kadang suami pulang telat aja udah nggak ngeh saking asyiknya sama si kecil, huehehehe… Dan mungin karena support keluarga juga yang alhamdulillah si mbahnya dari malang bisa nemenin sampe si kecil berumur 2 minggu. Suami harus sering2 mengatakan kalimat2 yang membesarkan hati kepada sang istri, menyupport secara penuh kehadiran si kecil dengan segala kerepotan untuk mengurusnya.

Bagi saya, semua menjadi lebih mudah saat suami memberi dukungan penuh, ya sekali lagi karena kami perantau dan jauh dari kerabat dan sanak saudara. Jadi segala sesuatunya harus kami lakukan berdua, dan hanya berdua.

Bagi ibu hamil yang sedang berjauhan dengan suami, dukungan keluarga dan orang2 terdekat bisa membantu ibu hamil melewati masa2 sulit.

many thanx to you honey…
salam cinta dari kami, bunda dan azkia…

3 thoughts on “Pentingnya Dukungan Suami SIAGA (part2)

  1. Assalamualaikum..
    saya seorang laki-laki yang berada di qatar, ingin sekali menikah, tapi entah siapa yang berani menikah dengan saya yang hanya penuh dengan keterbatasan jarak, ruang dan waktu…
    Saya sedang mencoba berhubungan dengan seorang wanita yang kebetulan teman smp saya dulu, pertama kali kami bertemu ya di Internet ini, dengan tidak sengaja saya melihat profile dia di Friendster. Setelah itu kami saling bertukar no telpon dan sms hampir setiap hari sampai sekarang ini. Perlu diketahui bahwa setelah 10 tahun kami tidak jumpa baru kali ini kami bertemu dan sedekat ini, sebelumnya saat smp kita tidak tahu satu sama lain, hanya wajah yang kami kenal. tapi sekarang ini perasaan saya ke dia sebegitu dekat entahlah. Saya sudah mencoba untuk meyakinkan dia bahwa nanti saya Insya Allah, akan melamar dia tapi belum ada jawaban, Insya Allah saya akan bersabar dengan itu semua.
    Yang saya tanyakan adalah Pantaskah saya berhubungan dengan dia dengan status yang saya bilang tadi yaitu.. saya terbatas dengan jarak, ruang dan waktu.. saya merasa agak merasa pesimis setelah membaca artikel Mba.. karena memang benar kehadiran suami siaga itu penting di samping istrinya… saya harus bagaimana…sebenarnya saya bisa membawa istri saya kesini, tapi mungkinkah dia mau saya ajak…patut diketahui saya baru sedekat ini dengan dia baru sejak 6 bulan yang lalu…dan terakhir bertemu desember kemarin saat saya di indo.
    terima Kasih, mohon pencerahan dan nasihatnya.. saya yakin mba adalah Istri Teladan..saya sangat terharu dengan artikel Mba…
    wassalam

  2. Nice post Nung.. semoga calon suamiku jg baca ini, krn wanita ingin dimengerti bukan… salam ya buat azkia🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s