Menjadi guru sejati

Ternyata mengajar itu memang tidak mudah, dan tak sembarang orang bisa melakukan pekerjaan mulia ini, kecuali orang2 yang benar2 senang mengajar.
Beberapa hari mengikuti training, sejak dari training SQL Server, oracle fund 1, oracle fund 2, saya benar2 bisa merasakan ga enaknya diajarin sama orang yang memang ga punya hati untuk mengajar.

Dulu sewaktu masih kuliah saya punya dosen pembimbing skripsi yang memang sangat cinta sekali dengan dunia pendidikan, kalau sudah mengikuti matakuliah yang dibawakan oleh beliau, mahasiswanya udah capek, beliaunya malah masih semangat45, wuah… seneng deh punya dosen kayak gitu. Palagi waktu konsultasi skripsi, bayangkan mosok saya konsultasi hampir 2 minggu sekali, beliau tetap melayani dengan semangat, meski saya konsultasi hanya untuk menanyakan hal2 bodoh, dan tak banyak progress yang saya bawa. Alhamdulillah akhirnya skripsi saya berjalan lancar dengan bimbingan beliau. Dan beliau juga yang begitu semangat menawarkan rekomendasi buat saya untuk menjadi staff pengajar di kampus tercinta, ah tapi sayang… nasib membawa saya ke jakarta demi mengikuti suami tercinta..

Training pertama saya dapet instruktur jebolan perusahaan konsultan yang memang sudah lama terjun menangani database skala besar. Training kedua saya dapet instruktur yang 10 tahun (katanya) mengajar dan jarang terlibat project. Training ketiga saya dapet 2 instruktur, yang satu memang cinta untuk mengajar, dan sering juga terlibat project, dan satu lagi sudah bosen dan sebenarnya tidak mau mengajar lagi, tapi dipaksa oleh SDMnya dan  sudah mengajukan pindah bagian di project.

Rasanya memang benar2 berbeda sekali… apalagi yang terang2an mengaku kalo dia sebenarnya sudah tidak mau lagi mengajar hanya saja dipaksa. duh bete abisss rasanya… dah ngajarnya setengah hati, penampilan ga rapi banget, acak adut bau rokok, baju dikluarin, ga da persiapan, dan ilmunya cuman baca buku doang, dah gitu ngasih contoh salah mulu…

Saya sendiri sewaktu kuliah juga sering jadi trainer parttime nyambi kuliah di beberapa tempat training dan lembaga pendidikan…

Menurut saya, sebaiknya untuk mengajar itu :

  1. persiapkan segala environment dengan baik sebelum kelas dimulai, jangan sampe error di tengah jalan
  2. penampilan rapi
  3. mengajar sistematis
  4. jangan terlalu text book, karena itu membosankan dan semua orang juga bisa kalo sekedar baca buku. gunakan buku hanya untuk guidance agar ngomongnya ga kemana2
  5. buat studi kasus yang simple tapi mengena dengan topik yang sedang dibahas
  6. buat catatan untuk siswa, jadi siswa tinggal copy doang
  7. jangan pelit untuk berbagi, sharing pengalaman saat masih terlibat di project, masalah2 apa yang paling sering ditemui
  8. jawab pertanyaan siswa dengan bahasa se-manusiawi mungkin, karena kadang pengajar pengen sok2an dengan pake bahasa2 aneh yang justru susah dimengerti siswa
  9. kalau siswa ngantuk, ajak dialog dengan menanyakan hal2 yang sifatnya mengingatkan kembali pelajaran yang kemaren dibahas
  10. rajin mengupgrade knowledge, dengan mencoba terus segala kemungkinan troubleshoot, dll, karena semakin banyak siswa akan semakin banyak pertanyaan

menjadi guru/pengajar memang bukan pekerjaan mudah, kalau tidak dilakukan dengan hati yang tulus, akan tidak mudah bagi siswa untuk menyerap ilmunya…

jangan pernah pelit untuk menyebarluaskan ilmu yang kita miliki, karena ilmu itu semakin disebarluaskan akan semakin kayalah ilmu yang kita miliki…

5 thoughts on “Menjadi guru sejati

  1. Nunung,

    Tulisan yg bagus… tips-nya OK banget. kebetulan saya dan isteri juga suka mengajar. Kebetulan kami juga se-kompleks dengan Nunung dan Anjar lho… kebetulan pula saya kelahiran kota yang sama dgn Anjar…kebetulan kita juga kerja di gedung yg sama, wow… sungguh surprise & kebetulan banget!!! berawal dari gak sengaja nemu link ke site-nya Nunung & Anjar… salam buat Anjar ya…sukses selalu(Opik, kerja di Gedung BEJ juga).

  2. Nunung,
    Mengajar orang dewasa berbeda dengan mengajar mahasiswa. Untuk mengajar para profesional, maka instruktur selain harus menguasai ilmunya, banyak sharing tentang masalah dilapangan, juga harus bisa entertain. Mengapa? Orang yang udah bekerja, cenderung mudah bosen, jadi situasi kelas harus menarik…lagipula kalau evaluai nggak bagus (ditempatku minimal harus SB), maka nggak dipakai lagi. Dan saat saya jadi Kadiv Diklat, bagi pengajar yang nilainya tak memenuhi standar langsung di black list.

  3. @ opik:
    salam kenal juga pak opik🙂 si mas udah cerita tentang pak opik. Iya nih seneng banget ketemu tetangga, ternyata rumah kita deket banget ya… kapan2 kita maen kesana ya pak… thanx dah mampir di blog saya🙂

    @ edratna:
    yupp betul banget bu, kalo trainnernya ga mbosenin kita jadi semangat belajarnya… saya dulu juga pernah loh ngajar dosen2 ugm, materi open source teknologi, hwaduh susah ya ternyata, ngajar orang yang pinter tuh🙂

  4. pertama, harus siap banget dengan materinya, jadi klo ada yang tanya dari sisi apapun bisa menjawab. lalu harus perhatian kondisi pesertanya, jangan ‘konser’ sendirian didepan.. hahahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s