Keluarga ndeso

Tag judul tulisan ini bukan mengcopy jargon si tukul yang katanya “wong ndeso”, tapi ini benar2 keadaan yang ada… saya bingung kalau disuruh menggantikan dengan kata2 lain, karena rasanya itu yang paling tepat.

Apakah keluarga saya keluarga yang bahagia, tentu !!! Mungkin lebih tepat dibilang keluarga heboh. Sampai2 di awal2 masa perkenalan si mas dengan keluarga saya, dia jadi bingung, kok bisa keluarga ini heboh banget😀

Saya belajar dari seluruh keluarga besar saya, betapa melestarikan budaya -nyedulur- itu sangat penting. Kalau si mas bilang, keluarga saya itu typical keluarga yang “ndeso”.
Saya pun membenarkan bahwa keluarga saya memang menjiwai sekali sebagai orang “ndeso”… Kadang diajak masuk hotel dan restoran pun kebiasaan2nya masih ndeso, hehehhe, maklum😀

Saya punya mimpi, stereotipe keluarga saya yang sekarang sedang mulai saya bangun, kelak akan tetap seperti itu. Hangat, selalu penuh senyum&canda tawa bersama, mangan2 kumpul, saling bahu membahu satu sama lain, tidak memutuskan tali silaturahim meskipun runutan kekeluargaannya tak lagi dekat, penuh sopan santun kepada yang tua..

Semua orang pasti akan bangga dengan keluarga yang membesarkannya, seperti halnya saya. Semua orang pun punya mimpi akan seperti apa kelak kehidupan keluarganya. Bagi saya, orang ndeso tetep orang ndeso, dan saya bangga dengan keadaan dan gaya hidup “ndeso” saya…. hehehe…. bukannya tidak mau mengikuti kemajuan jaman, tapi banyak nilai2 positif dari kehidupan “ndeso” yang kini tak lagi ada di kota…

Ketika kemaren 7 hari keluarga dari malang datang ke rumah, saya terharu sekali, ternyata keluargaku masih melestarikan budaya seperti ini. Mungkin orang jaman sekarang gak ada yang mau repot, tapi keluargaku, mau repot2 datang jauh2 bawa mobil dari malang (bahkan separuh rombongan karena tidak muat di mobil ayahku, mereka terpaksa naek travel, dan pulang naek bis), bawa peralatan masak besar2, masak di rumahku, dengan perlengkapan seadanya, demi syukuran rumah yang sempat tertunda sekian lama.

Aku benar2 menikmati berada di tengah2 kehangatan keluargaku. Budaya ini bukan budaya yang hanya ada setahun sekali waktu lebaran, tapi di setiap moment yang ada, di setiap kesempatan yang ada. Tertawa bersama, makan bersama, menikmati keliling dunia bersama, bahu membahu bersama, bersilaturahim bersama… dan aku senang ini bukan hanya kisah di buku dongeng anak2, tapi inilah keluargaku, keluarga yang hangat…

read more kisah si mas on 7 hari bersama mertua

*duuuh fotonya masih blum sempet diupload

18 thoughts on “Keluarga ndeso

  1. duh iya papabonbon, trimakasih, tapi musti banyak2 doa nih karena punya riwayat keguguran, hihi jadi blum berani publish.. mohon doanya yaah, biar kali ini lancar dan sehat sampai laeran.. amiin🙂

  2. Selamat ya Nung atas kehamilannya, smoga lancar2 aja.
    Aku kadang terharu dan bangga lho sama wong ndeso dan sukses di kota spt Tukul, Anjar dan Nurul ini tapi masih tetep ngaku wong ndeso yang gak melupakan akar budayanya.
    Salut juga sama keluarga besarmu yang rela mboyongan rame2 buat ngumpul, itu suatu berkah banget ya Nung, katanya mempererat silaturahmi itu memperpanjang umur kita lho.
    semoga

  3. Kita bisa mengaku “wong ndeso”…tapi anak-anakku kampungnya di Jakarta, di kampung Cipete. Maklum ayah ibu sudah nggak ada saat anak-anak masih kecil, demikian pula mertua.

  4. tebakanku bener donk yah…nunung hamil

    soal ndeso menurutku manusia itu selalu melalui fase alamiah…
    bodoh dulu sebelum pinter…
    lugu dulu sebelum minteri…
    ndeso dulu sebelum ngkota…

  5. hidup….sukses…”wong ndeso”.:)

    “beras ndeso” =nasinya putih,wangi, pulen. bapak ibu selalu mengirim paket berupa beras lewat jasa titipan Pahala Kencana, datang jika stock menipis. kata beliau, “beli beras dikota mahal”.

    salam,

  6. Tidak ada salahnya untuk tetap ndeso. Kita tidak perlu ikut2an orang lain yang pada sok ngikutin orang barat. Hidup ndeso jauh lebih nikmaaat🙂

  7. Keluarga besarku di nganjuk jg gak kalah ndesonya mbak nungqee.. malah saking menikmatinya, sedikit keluarga yang cari kerja di kota. Cuma anak2 yang merasa moderen seperti aku yang melarikan diri ke kota.

    Tapi kampung juga yang jadi tempat pulang yang ngangeni..

  8. Mbak Nung,

    Dulu saya naksir berat ama wong ndeso dari Malang loh. Namanya rahasia aja yah. Yg saya masih inget, alamatnya di Jln Arjuna (?). Pokoke yg bau wayang2 gitu. Sayang, engga dapet … hi hi hi …
    Sekarang dapet wong ndeso timurnya yogyo. Alhamdulillah, masih kerasa sekali ‘ndeso’nya (baca: kekeluargaannya) …

  9. kalo ibu hamil, wong ndeso di desoku nyuruh makan BELUT goreng, katanya biar anaknya besok pinter, kan banyak proteinnya. di Pasar Godean, Sleman, Jogja itu pusatnya belut lho mbak, jadi kalo mas Anjar kapan2 ke jogja jangan lupa beli belut Pasar Godean, murah cuma Rp 35.000/kg.

  10. emang enak keluarga sendiri mbak, walaupun tinggal di kampung en ngampung banget, tapi teteup de best lah…

  11. Senangnya kalau keluarga kompak gitu,tradisinya masih smp skrg. Terakhir kali keluargaku pergi rame2 konvoi mengunjungi keluarga sampe nyeberang pulau waktu aku kelas 3 SMP. Anak dah pada gede2, dah ada acara liburan sekolah masing2, jdnya ga pake konvoi2 lagi.

    Eh, dah hamil lagi ya? Wuah, sering ditinggal2 aja cepet jadinya, apalagi…hihihihi
    *Evil Grin*

  12. Pingback: Berjuang untuk yang kedua « little notes about my life

  13. @ dilla :
    hei mbak, pa kabarnya? mbak dila dah isi lagi juga blum ? mungkin justru karena sering ditinggal2 tuh mbak, kalo ditungguin ga jadi2 kayak sewaktu masih tinggal di kosan dulu, huehehhehe….😛

    Jangan lupa doanya ya mbak…

  14. Pingback: Tips makan ga makan asal kumpul « Anjar Priandoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s