Jangan Sok Jadi Pekerja Keras

Nasehat ini datang dari kepala HRD di kantor saya, yang untungnya beliau adalah seorang ibu, mengingatkan saya betapa pentingnya kesehatan diri kita. Setelah keguguran yang lalu, secara personal beliau mengatakan kepada saya

“Kalau kamu masih kurang sehat jangan masuk dulu, kamu yang paling tau kondisi kamu sendiri, saat kamu kurang sehat, dan kamu masuk kantor, orang lain ga akan peduli keadaan kamu, tetep aja kamu harus nyelesein tanggungjawab kerjaan kamu.”

Kita memang wanita, kita tak ingin didiskriminasi dari kaum lelaki, tapi kita pun tau batasan dimana kita harus memperhatikan kesehatan kita sendiri. Misalnya ketika sedang datang bulan dan mengalami dismenorhea, lebih baik ijin pulang, daripada memaksakan diri untuk tetap di kantor dan menderita. Tapi ketika kita sehat, kita harus bisa menunjukkan performance kerja yang sebaik2nya. Jangan pernah menyesal menjadi seorang wanita…

Kalau merasa not feeling well pulang aja, kita perlu berpikir jangka panjang menjaga kesehatan kita.

Mencari nafkah itu bagi seorang istri hukumnya sunnah kok, kalau ikhlas menjalaninya, berkahnya bisa berlipat2… amal turunannya juga jadi banyak, bisa sedekah ke orangtua, bisa sedekah ke suami, bisa menyenangkan hati saudara, jadi keep enjoy aja !!

*Nasehat buat diri sendiri yang mulai merasa penat…juga buat sahabatku yang juga mulai ngomel2 dengan kerjaan, hehehe😉

8 thoughts on “Jangan Sok Jadi Pekerja Keras

  1. …i guess, that’s what i’ve been trying to say to my wife, too…

    “sayangku, only you who knows your limit… please be wise with your actions…”

    jadi, mba nungqee… emang “be smart” adalah caranya…

  2. Nunung,
    Beruntunglah punya bos yang baik. Memang kita kembali pada tujuan bekerja. Apa yang kita inginkan? Selain mengamalkan ilmu, juga agar berguna nantinya bagi pengembangan diri sendiri, dan berharap anak dan suami juga bahagia dan mendukung.

    Buatlah karir seperti air mengalir, karena sebagai wanita, tanggung jawab kita adalah menyelenggarakan rumah tangga dengan baik, agar anak dan suami merasa nyaman. Bekerja memang penting, tapi tak boleh di atas segala-galanya.

    Mau libur ke Bandung, menginap di hotel Kayu Agung? Janjian sama Ari dan Ani deh, jalan-jalan di Bandung, siapa tahu habis itu jadi segar kembali.Bisa naik travel, 2 jam sampai, pulangnya ambil yang route Bintaro, langsung dekat rumah.

  3. ninggalin bayi 7 bulan di rumah ke kantor.
    trus tangannya kena minyak goreng ampe harus diperban.
    rasanya pengen marah ketika denger sas-sus nasib di kantor udah gak ada ngurusin karena lagi merger. semua jadi sdm, alias selamatkan diri masing-masing.
    tapi…istighfar…liat foto anak di kompi…browsing…mudah2an bukan denial tapi beneran positive thinking : positive things happen to positive people…amiiin…

  4. Mbak Nunung …

    saya sependapat banget dengan posting ini … bahkan sebelum saya dan isteri merit dulu, kita sudah bikin semacam kesepakatan bahwa isteri saya tidak akan bekerja secara full-time … sehingga dia punya waktu ngurusin anak, rumah, etc …

    Akhirnya dia memilih profesi sebagai dosen di sebuah PTS yang cukup punya nama di Jakarta (walaupun berpeluang utk masuk sebagai auditor di sebuah big-five firm), tetapi dengan beban kerja minimal … baru berangkat dari rumah jam 7 pagi (rumah kami di Kab. Bogor), n jam 3 siang dia sudah sampai di rumah lagi .. kadang2 hanya 3x dalam seminggu ke kampus … banyak pekerjaan seperti menyiapkan bahan, penelitian, etc, dikerjakan di rumah saja ..

    Saya memang rada2 konservatif untuk hal ini, walaupun saya juga mendorong dia juga dalam karir … dan isteri saya sudah mulai ngajar di kelas S2 … tapi ya itu ..sekarang aja dia cuma 3x dalam seminggu ke kampus, dan jam 3 siang sdh sampai di rumah.

    Memang bread feeder utama di dalam keluarga adalah si suami … (setuju kan Mas Anjar ? .. mana dia ?)

    Saya merasakan, mungkin dengan pilihan seperti itu, secara ekonomi kita biasa-biasa saja … tetapi kebahagiaan kan jauh lebih penting … you can’t buy happines and love with money .. he he he ..

    Salam
    http://ririsatria.bloggles.info

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s