Tempat kau & aku belajar bersama

Karena kau bukan yang sempurna namun kau yang terbaik
Karena ikrar suci telah terucap & Tuhan yang menyatukan hati kita
Karena aku adalah makmum dan kau adalah imam
Karena cinta yang akan selalu tumbuh dan mekar
Karena aku telah berjanji menghabiskan sisa hidupku bersamamu
Karena aku mencintaimu

Hampir semua kita sepakat bahwa di fase awal pernikahan akan selalu banyak cerita, banyak kisah menggelitik, banyak proses adaptasi yang kadang memang tak mudah. Buat saya, pernikahan adalah tempat aku dan suamiku belajar bersama, belajar banyak hal. Usia pernikahan kami bahkan belum genap setahun. Banyak hal baru yang masih harus kami pelajari, mengenai…

  1. Mengenali diri dan pasangan kita luar dan dalam.
  2. Apa saja kesukaan dan kebiasaan2 dia, kemampuan2 apa saja yang menonjol darinya

  3. Mengenali & Bergabung dengan keluarga dan sahabat pasangan
  4. melalui acara2 formal maupun nonformal atau hanya sekedar menghafal nama kerabat dan sahabat berserta semua kisah2nya🙂

  5. Melatih diri dengan kebiasaan2 baru
  6. seiring dengan bertambahnya tugas dan tanggung jawab

  7. Melatih cara komunikasi yang efektif
  8. tau saat yang tepat untuk berbicara, memilih bahasa yang tepat untuk mengungkapkan sesuatu agar pasangan tidak salah faham & tersinggung

  9. Bijak mengelola keuangan
  10. menentukan prioritas pengeluaran, tabungan, hutang piutang, resiko

  11. Manajemen problem
  12. menyepakati cara diskusi yang paling disukai, termasuk cara mencari jalan keluar, hihihi biasanya cara yang paling cepat adalah menggunakan analisis SWOT😀

  13. Manajemen emosi
  14. mengetahui sikap apa yang harus diambil saat pasangan sedang dalam keadaan emosi, ntah karena banyak pikiran, atau justru karena sebel sama kita, hehehe😀 Biasanya pasangan kita sudah tau resep mujarab meredakan amarah kita😛 Nah untuk sisi kreatif nya perlu dikembangkan terus

  15. Mengatur jadwal/agenda bersama
  16. menyesuaikan kesibukan masing2, untuk mencari waktu yang tepat hanya untuk sekedar berpacaran berdua keliling kota, nongkrong makan siomay berdua, dan bercerita tentang indahnya dunia sambil menikmati bintang2 di langit, atau mencari waktu yang tepat untuk memilih perabot

  17. Menyesuaikan dan mencari keselarasan dalam selera
  18. berkaitan dengan masakan, memilih jenis tanaman, memilih warna cat rumah, memilih perabot, memilih channel TV, memilih DVD, hehehehe memang kami masih suka berebut😛

  19. Belajar legowo dan sabar
  20. aha.. ini yang paling berat😉

read more : si Mas on  suami malas dan istri yang bodoh

6 thoughts on “Tempat kau & aku belajar bersama

  1. Sekedar sharing untuk masa depan kita semua

    Qur’anic Family of Mas Tammim & Mbak Wiwik

    11 Amanah Alloh

    1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Qur’an usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB

    2. Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, Hafal Qur’an usia 1O tahun Predikat Mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3

    3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al-Azhar Kairo, Hafal Qur’an usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6

    4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, Hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4

    5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 SMA Husnul Khotimah, Hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6

    6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD se Jaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum

    7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, Hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya

    8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, Hafal 25 Juz

    9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, Hafal 2 Juz

    10. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun, Hafal 1 Juz

    11. Hasna, wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2OO6

    Tips

    – Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin keluarga = Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat

    – Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2/3 keberhasilan Pendidikan itu ada di rumah

    – Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu ->

    *Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri. Ayah idaman dalam Al Quran = Luqman. Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya.

    – Suami yang membangun visi dan istri yang mengisi kerangka itu ->

    *Imam Syafi’i ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.
    *Al Banna dan sentuhan pendidikan sang ayah.
    *Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal al quran usia 1O tahun.

    – Ihtimam atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikannya ->

    *Perhatian dari A sd Z, potong kuku, bersihkan telinga dll
    *File file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dan lain lain
    *Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku.ada 4OOO buku di rumah

    – Visi yang ada di kepala kami adalah anak-anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran ->

    *Keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus. Orang mencibir untuk apa menjadi hafidz Quran dan menitipkan anak di pesantren
    *Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi
    *Setiap hari diperdengarkan murottal
    *Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati

    – Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga ->
    *Bu, kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun.
    *Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita

    – Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali ->

    *7 tahun pertama = perlakukan ia seperti raja
    „» masa pembentukan tumbuh kembang otak menyerap informasi

    *7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan
    „» Masa penanaman sikap. Disiplin disiplin Disiplin

    *7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat

    – Pakar mengatakan 7 s/d 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.

    *Hafal Qurannya Al Banna 1O tahun, Qordhowi 1O tahun, Imam Syafi I 9 tahun, Imam Ahmad 7 tahun

    *Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 1O tahun belum sholat maka pukullah ia

    – Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasul

    – Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al quran bagi 11 anak kami

    – Ba’da maghrib dan ba’da subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur’an.
    *Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari.

    – Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh

    – Di Komplek perumahan DPR-RI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat subuh berjamaah

    – Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all out keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak anak

    – Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka

    – Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol

    – Memagari anak anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar

    *Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu

    – Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak anak kami

    – Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapi pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s