Kuncinya ada pada wanita

Salah satu pesan penting yang selalu saya ingat dari ibunda saya adalah mengenai manajemen keuangan rumahtangga. Ternyata kuncinya ada pada wanita. Bahkan sampai sekarang pun, nasehat ibunda masih tetap sama.

“Kuncinya ada di kamu, kalo kamu bisa memegang uang dengan pintar, keluargamu pasti bisa sukses, tapi kalo kamu tidak bisa memegang uang dengan baik, kehancuran keluargamu akan berawal dari tanganmu”

Nasehat ibunda ini benar2 keluar dari hati, atas dasar pengalaman beliau yang sudah makan asam garam kehidupan rumahtangga selama hampir 40 tahun. Saya tau, bagaimana beliau memulai semuanya dari nol, memulai kehidupan rumah tangga dengan seorang marinir tanpa pangkat hasil perjodohan orangtuanya, yang gajinya hanya cukup untuk hidup pas-pasan sendiri, sedangkan beliau sendiri hanya tamatan SMP dan masih sangat belia saat itu. Hidup di tengah teriknya kota Surabaya, mengontrak satu kamar berukuran sangat kecil, di depan selokan mirip sungai yang kotor, dengan sumur umum yang dipakai bersama.
Belum lagi punya tempat tinggal mapan, anugerah Tuhan diberikan kepada beliau, anak pertamanya lahir dan tak selang lama, setahun kemudian anak keduanyapun lahir. Terbayang bagaimana beratnya survive saat itu. Dan yang lebih mengagumkan lagi, tak sedikitpun beliau mengandalkan orangtuanya di kota Malang. Meskipun berbagai ujianpun datang menguji kesabaran beliau.

Pernah suatu ketika, karena tak punya uang, anak keduanya yang sedang sakit muntaber ditolak oleh beberapa rumah sakit. Hingga akhirnya beliau harus menyaksikan sendiri anak keduanya tak sanggup bertahan hidup, dan menghembuskan nafas terakhirnya di atas pangkuan beliau.
Kata ibu, kakak ku yang ke-dua ini wajahnya sangat rupawan, putih & bersih kulitnya mirip seperti kakekku.

Dengan uang yang minim, ibu masih bisa berfikir, bagaimana caranya memutar uang itu sehingga bisa menambah penghasilan. Dengan cara berjualan sprei & kain2 dari rumah ke rumah, hasilnya memang tidak seberapa, tapi usaha dan keyakinannya untuk hidup lebih baik bisa membuatnya survive kala itu.

Pesan ibu “Cukup tidak cukup, Hanya Allah yang akan mencukupi kebutuhan hamba-Nya, bukan jumlah uang yang kita kumpulkan, rajin2lah bersedekah, sholat malam, kerjakan amal2 sunnah, maka Allah akan mencukupi kita”

Waktupun bergulir, ternyata janji Allah memang benar, Subhanallah, kalo dulu membayangkan rasanya tidak akan mungkin bisa seperti sekarang.

Meskipun ibu tidak pintar, ibu tidak sekolah, ibu bisa mengantarkan aku, kakak-kakakku dan puluhan anak2 asuhnya menyelesaikan bangku perkuliahan. Terimakasih ibu…

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nasyir

Lelaki mungkin hanya terfikir bagaimana dia bisa mendapat penghasilan sebanyak2nya, tugas perempuanlah yang harus mengatur pengeluaran dan tabungan keluarga.

Huff… tanggung jawab yang besar… hai suamiku, dukung aku ya…

8 Juni 2007 – Selamat ulang tahun yang ke-55 ibu…๐Ÿ˜€

15 thoughts on “Kuncinya ada pada wanita

  1. Pahala yang tidak terputus bagi orang tua salah satunya adalah anak yang sholeh. Mudah-mudahan kita dapat selalu memuliakan kedua orang tua kita. Amiin..
    *kayaknya comment dan topiknya ga nyambung ya?*๐Ÿ˜€

    Kalo gitu doanya ditambah, semoga Allah memberikan pendamping hidup yang sholihah dan pandai mencukupkan kebutuhan kami sesuai rezeki dari-Nya. Duh, jadi tambah pingin cepet nikah nih..๐Ÿ˜€

  2. Memang pendapat ibunya Nunung benar, demikian juga pesan ibuku. Saya pernah beberapa kali kost sebelum menikah, dan selalu ibu kost bilang, bahwa kebahagiaan rumah tangga ada ditangan wanita/isteri. Jangan sampai meminta uang lagi, tapi cukupkanlah uang yang diberikan oleh suamimu setiap bulan.

    Dan isteri adalah orang yang dibelakang suami yang sukses berkarir. Tapi pepatah ini juga berlaku bagi wanita…bahwa suami adalah orang yang mendukung isteri dalam karir nya sehingga sukses…

  3. heuheuheu… benar2 tugas berat untuk kaum hawa sbg menkeu.Tetap semangat! ayo temukan kaum adam yg bisa berfikir tepat,cermat dan bisa ikutan berhemat.

  4. Fur rezayazdi : malah ditambah nikmaatt..

    want to know pissan..
    mau daftar di long list gw?!
    Piss juga aah…
    hihihi…

  5. @ ade :
    wah masih long list yaa?? cukup tau deh sampai sejauh mana hehehehehe

    @ jeng nungqee:
    maksudnya gini, kita sama2 blm mutusin pemenang tender hahahhahahaha…
    ade udah buat long list, kalau saya masih nyusun dokumen prakualifikasi hehehehehe…

    Juru kunci bukan hanya penjaga kuburan, ingat mbah marijan? hehehehehe…

  6. ups…nice
    moga entar dapet istri yang ngerti.. tapi kapan nikahnya ya? hmm… jadi ngak sabar๐Ÿ™‚

  7. Bagus sekali tulisannya, pengen juga nih dapet pendamping yang bisa menjadi menkeu yang baik hehehe

    Pesan yang akan ku ingat, “banyak2 sedekah, sholat malam, dan kerjain amal2 sunnah” biar Allah nanti yang akan mencukupkan rejeki kita…

    Untung banget nih si mas dapet mbak๐Ÿ™‚ Salam Hormat saya๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s