akhir kisah yang khusnul khotimah….selamat jalan mbahku tersayang :)

Hari Jumat 25 Mei 2007 pukul 20.30 WIB, nenekku yang mengasuh aku sejak baru lahir sampai lulus kuliah, akhirnya dijemput pulang oleh malaikat Izroil…

Beberapa kebiasaan si mbah ku semasa hidupnya yang tak pernah bisa kulupakan. Beliau selalu bangun jam 3 pagi, mandi dan sholat tahajjud. Kebiasaan ini yang tak pernah beliau tinggalkan sampai akhir hayatnya. Setiap senin dan kamis, si mbah selalu mengajakku untuk puasa, yang ini sudah mulai ditinggalkan sejak setahun terakhir, karena mungkin si mbah sudah tidak terlalu kuat. Tapi puasa ramadhannya selalu penuh satu bulan. Dan setiap bulan ramadhan, terutama di 1/3 malam terakhir, si mbah selalu mengajak nunung kecil pergi ke masjid jam 2 pagi untuk bertahajjud dan sedikit beri’tikaf sambil menunggu subuh. Beliau pun selalu berusaha mengkhatamkan tadarus alquran setiap bulan sekali, meskipun bukan Ramadhan… Subhanallah kalau aku ingat bagaimana beliau mendidikku, aku jadi malu sendiri, karena kini semangatku untuk melakukan kebiasaan2 yang ditanamkan sejak kecil itu mulai sedikit pudar…. Ampuni aku ya Allah…

Semoga kisah si mbah beberapa hari sebelum meninggal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua :

Biasanya tiap pagi mbah suka duduk di depan teras rumah, menghangatkan badan, sambil ndengung, ngaji, goyang2, beberapa hari sebelum meninggal itu beliau masih melakukan kebiasaannya duduk di depan teras rumah, dan memanggil semua orang yang dia kenal “nak, saya minta maaf ya kalau ada salah”.. semua orang yang dia temua dia mintai maaf
si mbah ini memang orangnya ramah, jadi satu kampung kenal semua sama si mbah. Beliau masih sempat memberi sekedar sedikit makanan kepada orang-orang…

Beberapa hari itu beliau memang sakit, tapi ya sakitnya cuman ga mau makan, tapi badannya masih segar, masih bisa jalan2 sendiri, ke kamar mandi sendiri…
Dan waktu itu mbah hanya minta dibelikan madu…
Matanya memang sudah mulai menerawang, dan ntah apa yang dilihatnya saat itu, mbah hanya bilang, “nanti belikan madu ya…”
Mungkin mbah melihat madu saat itu🙂

mbah juga sempat bilang “Aku mau ikut Panto saja, kasihan dia”….
pak panto ini, pakdhe ku, kakaknya abah yang barusan meninggal… mbah meninggal tepat 100 hari setelah pakdhe panto meninggal.

Beberapa hari itu mbah sudah berpesan “Pintunya jangan ditutup, nanti ada 2 pak haji pake kopyah putih mau datang ke sini”… semua keluarga yang menunggui mbah saat itu sudah mulai menitikkan air mata.. mungkin memang mbah tau waktunya sudah dekat..

Ibuku membimbing mbah untuk terus mengucapkan asma Allah, “bu, nyebut Allah.. Allah.. Allah… Astaghfirullahal ‘adzim…Laailaa ha illallah”
si mbah bukan hanya mengucap laa ilaaha illallah seperti yang dibimbing ibuku, tapi mbah malah ngaji sendiri mengucapkan dengan jelas surat annas, bibirnya terus berdzikir sepanjang hari..

Ketika adzan isya terdengar, mbah pergi ke kamarmandi sendiri untuk membersihkan badannya, setelah itu mbah kembali ke tempat tidur, kemudian mbah menggigil seperti orang kedinginan dan… innalillahi wa inna ilaihi roji’un, mbah sudah dijemput pulang oleh malaikat Izroil.

Sms dari aba baru aku terima jam 23.00 WIB “innalillahi wa inna ilaihi rojiun, mbah meninggal dunia hari ini, doakan saja dan tidak perlu datang sudah diwakili aba umi ditempat bude ani”

Hanya satu kata yang membuat hatiku pilu, mbah bilang “nanti tolong
bangunkan aku, nunung sama antok (kakakku) mau datang kesini, nanti
kalau mereka datang bangunin aku”… mbah, aku datang mbah, tapi mbah sudah ngga bangun lagi😦

mbaaaah….maafkan semua kesalahanku…

Masih teringat jelas, dulu mbah yang nungguin aku ketika skripsi, mbah malah yang sholat malam, ndoain aku, mbah yang selalu kumintai doa dan kucium tangannya ketika aku berjuang menyelesaikan skripsiku, hingga aku berhasil dengan sukses menyelesaikan akhir masa kuliahku dengan lancar… dalam waktu yang cukup singkat, dan hampir nggak mungkin bisa selesai…

hingga akhirnya mbah juga bisa ikut menyaksikan akad nikahku…
itu terakhir kalinya kita bertemu mbah…

dan kemaren aku melihat mbah lagi, mbah sudah terbungkus kain putih.. tampak begitu damai saat terbaring di keranda jenazah, mbah jadi lebih cantik, mbah tampak lebih muda, wajahnya berseri2…. aku menciumnya untuk terakhir kali, meski aku tau beliau sudah tak lagi tau…

Selamat jalan mbah, semoga kelak di sana kita bisa berkumpul kembali….
InsyaAllah khusnul khotimah… amiin

Teriring doaku mengantarkan kepergianmu…

Allahumaghfirlaha… Warhamha.. Wa’afiha.. Wa’fu’anha….

10 thoughts on “akhir kisah yang khusnul khotimah….selamat jalan mbahku tersayang :)

  1. innalillahi wa inna ilaihi roji’un
    turut berduka cita nung…
    semoga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketawakalan… amin…

  2. innalillahi wa inna ilaihi roji’un
    skali lagi… Jangan Menangis
    karna air matamu akan menghambat langkah almarhumah nenek
    ibu aq juga berpulang sejak aq kecil
    INGAT:
    Kadang lewat perpisahan Qta jadi sadar ttg kebersamaan, ttg kebahagiaan, ttg kemandirian, n ttg kesadaran diri Qta di hadapan Allah SWT.
    Trus semangat…

  3. Ya Allah……..sungguh mulianya nenek mbak………aku juga teringat dg nenekku yg sdh tiada.aku jg menyayangi beliau.beliaulah pahlawanku.beliaulah yg mendidikku dr kecil hingga akhir hayatnya.

  4. Terima kasih sudah berbagi wasiat yang indah dan mampu menjadi obat hati yang lagi mati.Mudah-mudahan kita bisa seperti beliau istiqomah dalam ibadah dan dijadikan akhir hayat kita dengan khusnul khotimah…ampuni aku ya robbi.terimakasih mbak nunung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s