Dan Tuhan pun mengambilnya kembali…

Ujian itu datang saat aku sedang sendiri, suami jauh, orangtua jauh, sanak saudara pun jauh, di rumah hanya ada bude yang datang jauh2 dari malang hanya untuk menemani selama suamiku tugas di timika.

Sejak suami berangkat ke timika, aku sebenarnya sudah merasa cemas, sangat cemas, khawatir jangan2 terjadi sesuatu sama kandunganku..

beberapa hari itu aku berlari2 dan bersaing dengan puluhan penumpang kereta api sudirman express untuk memperebutkan kursi yang jumlahnya memang sangat terbatas. Aku merasa sangat lelah, tapi berusaha untuk tetap beraktifitas seperti biasa.

Malam sebelumnya aku menunggu kereta yang terlambat dari jadwal sebenarnya,
Turun dari kereta, hujan deras menjemput kedatanganku, ya… aku harus berhujan2 ria untuk sampai ke rumah.

Hari Rabu, 25 April 2007, saat orang2 tersenyum gembira karena nominal kenaikan gaji untuk tahun ini telah efektif di rekening, saat itu pula aku harus menangis dan merelakan bakal janinku yang masih berusia 6 minggu diambil lagi oleh Sang Pencipta..

Entah karena apa pagi harinya, aku merasa lelah sekali, ga enak badan, tapi tetep aja berangkat, lagi2 berebut tempat di kereta express yang penuh sesak.

Siangnya aku dapat tugas untuk maintenance di DRC, yang lokasinya agak jauh dari kantor. aku sudah merasa nggak terlalu fit untuk berangkat, tapi tetap kupaksakan melaksanakan tugas itu.

Ketika sampai di sana, aku tau mulai ada flek sedikit, aku mulai cemas, aku bingung harus bagaimana, tapi karena lokasinya masih jauh dari jakarta, aku masih berusaha tenang, dan menganggapnya bukan hal yang besar.

Sore harinya aku kembali ke jakarta, dan aku mulai panik, karena ternyata flek2 itu tak kunjung berhenti juga.

Aku pulang saat itu juga, pinggangku terasa sangat pegal, perutku kram, kata mbak Rini itu tanda2 nya mau keguguran, sama seperti orang mau melahirkan.

Yah aku mulai panik, gelisah, dan nggak tau harus berbuat apa saat itu.
Hanya berharap Tuhan membari yang terbaik untukku…
Bude dan aku sama2 orang baru di situ, kami sama2 tak tau harus bagaimana.

Akhirnya kami pergi ke RS Intl Bintaro, ternyata dokternya belum datang, beliau adanya jam 7 malam.
Dan ketika aku masuk ke ruang periksa, dan dokterpun melakukan USG, beliau bilang,
“wah sudah mau keluar ni mbak, saya kasih obat aja ya biar ga perlu dikuret”
(huff.. aku lihat bakal janinku sudah mulai turun dari tempatnya semula😦 )
“jangan dok, dipertahankan dulu dok”
“udah nggak bisa mbak”
“ayoo dok, kasih obat penguat dulu, kita coba”

shock, kaget, dan ga nyangka bakal seperti ini kejadiannya..
suamiku dimana ….
ibuku …
ahh orang2 yang kucintai saat ini jauuh…

aku hanya bisa pasrah pada yang Maha Kuasa, dan merelakan dia pergi, obat penguat dari dokter yang sudah kutebus akhirnya tak ku sentuh juga, daripada dia meninggalkan penyakit di rahimku, lebih baik aku mengikhlaskan dia pergi…

dan ternyata Tuhan pun mengambilnya lagi…
Pendarahan sangat banyak dan tak kunjung berhenti…
Aku hanya bisa pasrah dan sangat berharap ada seseorang yang bisa kupeluk saat itu, tapi ternyata Tuhan memberi ujian ini di saat aku sedang sendiri…

Tuhan, aku tahu mungkin ini bukan saat yang tepat bagi kami, jika Engkau berkenan mohon berikan ganti yang lebih baik untuk kami, dan jadikan kami orang2 yang bisa mengambil hikmah dari setiap ujianMu…

di sela2 istirahat panjangku pasca abortus

PS : telat ngepostingnya, mungkin dah keduluan si mas yah, baru masuk kantor nih setelah seminggu istirahat di rumah….thanx to all my bestfriends yang ga cukup buat disebutin satu persatu..buat doa dan dukungannya… thanx banget yang udah pada dateng nengokin ke rumah… semua perhatian itu sangat berarti bagi kami… makasih banyak yah.. doakan yang terbaik yah..

17 thoughts on “Dan Tuhan pun mengambilnya kembali…

  1. semoga kesabaran kalian membuahkan kebahagiaan karena Allah sedang mempersiapkan yg terbaik utk kalian🙂

  2. @ irving+unan, bank al, papabonbon, dobelden:
    amiiiin… makasih ya doanya🙂

    @ kunderemp:
    penting… kalo ujian bahasa indonesia, harusnya dapet nilai 100 jadi 90 deh😛

    @ rambideunt:
    amiiin..makasih zuhra, hehehe kok bisa nemu blogku sih?? tar tak link punyamu ya…

  3. alo dek nungqee…yang tabah ya, mungkin memang belum waktunya. Aku juga pernah mengalami pendarahan yang seperti kamu alami.
    Tapi ga pa-pa pasti Allah akan memberikannya disaat yang tepat dan terbaik bagi kalian.

    If you need someone to share…i’ll be there….:D

  4. Mbak Nungqee,
    aku juga mau menangis baca ini. Kebetulan pengalaman kita sama.
    Baru beberapa minggu yang lalu aku mengalaminya. Padahal usianya belum ada 3 bulan…
    Sampai sekarang aku masih merasa sangat bersalah, karna gak mampu menjaganya.

    oya, kalau Mbak sendiri apa penyebabnya?

  5. @ wulan :
    amiiin.. makasih mbak wulan, ya ya nanti tak gangguin deh kalo lagi need someone to share 😉

    @ Ratna :
    oh iya ya? punya pengalaman yang sama ?
    boleh deh kita share lebih detail via japri yak, moga2 pengalaman kita ini bisa menjadi pelajaran berharga…

    Ngga perlu terlalu merasa bersalah, bagaimanapun kalo memang Allah belum menakdirkan ya kita harus ikhlas. Mungkin memang yang kemaren itu bukan yang terbaik untuk kita…

    Kalo kata dokter sih, kemungkinan emang seleksi alam saja, bibitnya yang ga bagus jadi ga bisa bertahan hidup (karena aku baru nikah juga dan belum pernah keguguran sebelumnya, jadi ga diinvestigasi lebih lanjut sama dokternya)
    Kalau kata orang2 kecapekan, hmf.. kalu yang ini saya ga tau bener ato ga..

  6. Duh kejadiannya sama denganku, ini hari keduaku masuk kantor lagi setelah kuret minggu lalu (14 Mei 2007). ketika kejadian ini suamikupun tak ada disampingku.. ortukupuun jauh dipulau seberang.. rasa sedih & sakit campur menjadi satu. tapi setelah membaca postingan ini aku sadar kalo aku tidak sendirian. Ya Allah.. berikan kelapangan dihati Kami untuk menerima semua ini.

  7. hal yang sama juga pernah aku alami bersama istri, pada waktu itu kandungan istriku sudah mencapai waktu 7 bulan dan udah di tujuh bulanin, seminggu setelah itu, kejadian dech…sesuatu yang tidak kita inginkan, tapi kita bisa berbuat apa…?, semuanya Allah yang mengatur dan Alhamdulillah kali bisa mengatasiya dengan baik…dan aku salut ama kamu yang udah bisa tabah menjalani hal itu, angkat topi buat kalian…

  8. Pingback: Berjuang untuk yang kedua « little notes about my life

  9. Mba, kalo boleh tau,waktu abis keguguran, dikuret ngga? kemudian boleh hamil lagi 3 bulan dr kapan ya? apakah nunggu 3 kali Haid dulu?…

    Saya juga,sedang mengalami hal yang sama seperti mba, i need info, kalau bisa saya minta YM nya, sy skrg ditangani dr.Okky juga.

  10. assalamualaikum mbak,
    aku juga barusan aja keguguran alias abortus spontan. usia masih 7 mingguan.
    istirahat 2 hari, langsung kerja lagi.
    coz dirumah pun aku kepikiran anak-anakku yang jumlahnya 100 lebih, di sekolah, hehehe…

    lagian dokter juga ga saranin bedrest lama, jadi aku pikir, berbekal surat keterangan dokter yg menyatakan cuma 2 hari bedrest, ya aku pun enggan berlama-lama dirumah.

    sedih aku mbak, sakjane…
    apalagi suami juga bereaksi diluar dugaanku.
    i have to face this sadness by myself.
    untungnya pas kejadian, mama-papaku pas di surabaya (aslinya mereka di jakarta).
    tapi tanpa dukungan suami, ya tetep terasa berat.

    daripada nangis dirumah, mending aku ketemu murid-muridku disekolah.
    sungguh menghibur dan akupun gak merasa sendirian menghadapi semua ini,
    coz rata-rata mereka juga udah tau musibah yg barusan menimpaku (dr twitterku).
    meski mereka ga secara langsung kasih dukungan, saat bertemu face to face, tp doa yang mereka tulis di twitter, sudah cukup bagiku.

    semoga aku dan suami bs kuat ngadepin cobaan ini dan bs tetep sama-sama.

    aku optimis kok mbak, kalo akan bisa hamil lagi, dan insyaallah gak akan keguguran lagi sehingga kelak bisa punya anak yg cantik dan sehat spt putri mbak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s