Risk Taker

Mengambil rumah di bintaro jaya ini adalah salah satu langkah besar yang secara nekat kami lakukan dengan berbagai pertimbangan yang cukup panjang.

Anak muda memang gila, lagi semangat2nya, kalo si mas bilang “trengginas” (kalo aku nyebutnya “trenggiling”, whehehe😀 )

Mumpung usia masih muda, kami berani ambil resiko untuk berinvestasi dengan nekad berbekal kemampuan seadanya ini dengan harapan 3-4 tahun lagi aset kami ini harganya bisa bagus, sehingga keuntungan yang bisa kami dapet juga bagus. Mumpung usia masih muda juga, kami tidak dikejar2 target apapun, blum punya tanggungan apapun, biaya anak lah, kerjaan yang udah mentok lah, link2 bisnis yang udah mulai pudar lah, atau apapun itu. Jadi kami hanya berusaha manfaatkan momen ini sebaik2nya. Ujung2nya sih, memang berharap bisa punya waktu yang panjang untuk menikmati hidup.

Inilah salah satunya yang mendasari kami sangat selektif memilih lokasi rumah pertama kami. Meskipun terkesan rodo ngoyo, dan sok2an pilih2 ini itu, tapi cita2 utama kami memang untuk investasi. Dengan harapan bisa mendapat nilai tambah yang cukup bagus. Warisan insting wirausaha dari ibu mulai bekerja, tuing…😉

Untuk membeli rumah memang butuh insting yang agak2 beresiko. Dalam prinsip perdagangan,bukankah semakin tinggi resiko yang kita ambil, semakin besar kemungkinan kita berhasil. Dan pesan orangtua saya “kalo kamu punya kesempatan, ambil, jangan ditunda2,  beli rumah memang harus nekad”.
dan itulah ibuku, orang nya nekad🙂 like mother like daughter, hehehehe😀

9 thoughts on “Risk Taker

  1. Hi Mbak,

    Salam kenal. Mau minta saran.
    Sebagai pendatang baru didunia kawin kawinan (hehehe…) + tabungan super minim (^_^), baiknya memilih KPR rumah baru atau second?
    Pengurusan KPR rumah second gampang nggak?
    Aku takutnya pemilik lama gak mau diajak kerjasama. Kan repot…
    Tks yah

  2. salam kenal juga mbak ratna,
    sama nih, saya juga pendatang baru mbak, kalo berdasarkan pengalaman saya sih,
    1. Mbak sebaiknya tembak lokasinya dulu deh, yang kira2 paling sreg dimana, lihat fasilitasnya, public transport, dll
    2. Baru setelah itu pergi ke bank yang lagi gencar2nya promo KPR, saran saya : Permata, Niaga, BCA, tanya2 aja syarat2nya, dari situ nanti kita bisa tentukan kira2 maksimum harga berapa rumah yang bisa kita beli
    3. Nah, selanjutnya tinggal lihat ke lokasi deh, cari yang harganya match sama kemampuan mbak (dana ready dan maksimum kredit KPR yang boleh diambil)

    Kalo rumah baru :
    + Biasanya developer ngasih banyak diskon, kemudahan subsidi bunga, dll (karena lagi promo)
    – Biasanya kualitas rumah kita ga tau, karena tampak di awal memang bagus, kekuatan dan kualitasnya kita ga tau

    Kalo untuk rumah second :
    + Kita tau kualitas rumahnya, baik buruknya, lingkungan tetangganya, keamanannya, kita bisa menilai lah, dan rumah bisa langsung ditempati
    – Mungkin penjual ga kooperatif, surat2nya bermasalah

    Kata orang sih mbak, beli rumah itu jodoh2an, kalo udah jodoh yaa jalannya pasti ada aja.

    Saya waktu beli rumah yang sekarang, second, tapi pas banget, penjualnya itu dosen di UGM, orangnya baik banget, kooperatif, di awal kita juga dah bilang kalo kita mau pake KPR, jadi mungkin prosesnya agak lama.

    Untuk keabsahan surat2, nanti pasti akan dicek di notarisnya, bikin perjanjian dengan penjualnya, bahwa kalo sudah bayar tanda jadi, dan ternyata surat2 ketauan palsu, maka mbak berhak untuk menggagalkan jual beli, dan uang mbak kembali.

    Silakan mbak baca tulisan saya https://nungqee.wordpress.com/2007/03/16/kenapa-memutuskan-rumah-second/.

    Untuk lebih jelasnya tentang proses pemilihan rumah, KPR, lokasi, dll mbak bisa baca tulisan suami saya di http://priandoyo.wordpress.com/tag/tips-membeli-rumah/

    Oke mbak, met berjuang yah, beli rumah emang harus nekad mbak😉

  3. You bet! Tinggal di Bintaro Jaya mah tinggal di tempat yang paling waras se Jakarta. Minimal nggak gila gara2 transportasi. Deket dengan Tol JORR –> dekat kemana-mana, ada KRL ke Sudirman yang mau jadi double track, ke Blok M cuma 45 menit.

    Salam dari sesama warga Bintaro Jaya (rumah ortu sih).

  4. @ affan :
    betull mas affan, dibanding tempet lain emang yang paling mendingan sih🙂
    hehehe… sudah mulai nasionalis bintaro nih😛
    lam kenal mas affan, btw di bintaro sektor brapa?

  5. Di jalan Camar VI Blok AR/6 Bintaro Jaya Sektor III. Kalau mau kesana, sekalian aja mampir beli kue buatan Ibu saya, di toko kue Alia Cake Shop. Orang se-Bintaro sudah banyak yang tahu😉 Kalau hari Sabtu Minggu sekalian jualan Lontong Cap Gomeh.

  6. salam kenal mbak..saya kebetulan baru beberapa jam yang lalu memutuskan untuk membeli rumah (ni lagi liburan di rumah orang tua dan ibu saya bilang daripada gaji habis ga karuan mending dipakai untuk nyicil rumah)dan kebetulan saya pernah tinggal setahun di rumah saudara sewaktu kuliah.
    menurut mbak dengan kemampuan utk mencicil sebanyak maksimum 2,5 jt sebulan
    kira2 saya bisa dapat rumah seperti apa ya?tentunya daerah bintaro.
    saya tunggu sarannya ya mbak,bila tdk merepotkan tolong informasinya
    via email saya
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s