Kenapa Memutuskan Rumah Second ?

Rumah yang kami tempati ini adalah rumah second yang dibangun oleh developer sekitar tahun 1999, Kemudian oleh si pemilik pertamanya dibangun lagi pada tahun 2005.

Secara fisik cukup bagus, bangunannya cukup baru, atapnya dibongkar/ganti baru semua karena rangka kayu dari developer sudah lapuk semua, posisinya ditinggikan juga sehingga sirkulasi udara lebih bagus, yang setengahnya adalah bangunan rumah lama, tapi sudah banyak diperbaiki secara struktur.

Sebelumnya kami sudah pernah ke lokasi, melihat secara langsung bangunan rumah yang sedang digarap oleh developer. Dan kami juga melihat beberapa rumah tahun 2003 yang masih standar, belum dirombak sama sekali oleh pemiliknya. Beberapa alasan yang membuat kami nggak sreg mengambil rumah2 itu antara lain :

  1. Harga nya sudah mencapai 300 jt ke atas untuk luas tanah 100 m2
  2. Untuk rumah baru harus indent dulu selama 20 bulan (lumayan juga kan nunggunya, bisa ngabisin tabungan buat bayar kos😦 ga bisa langsung ditempatin)
  3. Biaya PPJB (uang muka yang harus segera dibayar, dan pasti tak dapat diambil kembali) adalah sebesar 5 juta –> ngerii juga kan, kalo kenapa2, dan DP harus dibayar dulu segera setelah uang muka, hanya dikasih waktu 3 bulan
  4. Lokasinya rumah baru tentu lebih jauuuuuh lagi ke pusat kota
  5. Kualitas bangungannya belum terbukti tahan dan berkualitas, karena masih baru penampakan luarnya pasti bagus, tapi kita kan nggak tau 4-5 tahun yang akan datang
  6. Lingkungan nya belum terbentuk, sehingga kita ngga tau tetangga2 kita nantinya bakal punya karakter seperti apa
  7. Rumah asli yang dibagun developernya tahun 2003, sekarang sudah retak2, dan retak2nya parah, saya sudah lihat sendiri, sampe bolong gitu dindingnya😦

Nah, karena kami udah liyat2 di sekitar situ, dan kami sudah mulai bisa menebak pasaran harganya makanya kami pilih rumah yang kami tempatin ini.

  1. Rumahnya secara fisik lumayan bagus, jadi kami ngga perlu pusing mikir renovasi lagi
  2. Kamarnya ada 3, mencukupi sampe anak2 besar, atau ada bapak ibu mau menginap.
  3. Kamar mandi ada 2
  4. Bangunan sudah 2 Lantai
  5. Tidak ada sekat di ruang tengah, jadi meskipun rumah kecil, tapi keliatannya ngga sumpek
  6. Atapnya tinggi, sehingga sirkulasi udaranya cukup bagus
  7. Pemiliknya dosen UGM, hehehe jadi secara personal hubungannya cukup baik, karena secara psikologis ada hubungan sejarah dan latar belakang😀
  8. Lokasi nya lumayan strategis, ke stasiun sudimara cukup dekat, ke pasar juga dekat, ke jalan besar, mau naek angkot juga dekat (tinggal jalan kaki dikit). Kalo yang ini boleh dibandingkan dengan rumah2 baru yang lokasinya lebih masuk lagi ke dalam.
  9. Pintu tol Pondok Aren juga langsung menuju sektor IX.
  10. Sebelumnya kami pernah menawar rumah di sebelahnya, yang masih 1 lantai, 2 kamar tidur dan 1 satu kamar mandi, dengan atap yang masih rendah, harganya sudah diatas 300 juta juga. Jadi kami mantap menawar rumah yang kini kami tinggali dengan harga di bawah 300 jt.

Referensi yang menarik tentang minusnya BinJay :

2 thoughts on “Kenapa Memutuskan Rumah Second ?

  1. Wah kayaknya anda dapat deal yang bagus sekali disini🙂
    .
    Terimakasih sharingnya, ini bisa saya jadikan rujukan utk kawan2 yg bertanya soal rumah baru vs rumah bekas.

  2. Mas, pengen masukin anak ke sekolah TK di tegal rotan, jadi pengen cari rumah di bintaro yang nggak jauh dari situ.
    Paling deket sektor berapa ya? rumah second juga.
    Ada yang lagi dijualkah? budget 400jt

    Thanks buat inputnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s