Lolos dari Tilang

Minggu malam kemaren (04/03/2007) tepatnya di daerah Menteng, nyaris ‘lagi’ 2 orang polisi memalak kami dengan dalih melanggar peraturan lalulintas.
Anehnya tiba2 aja 2 polisi itu membebaskan kami, tanpa syarat apapun, waahhh untuk pertama kali nya nih, hihihi😀

Di perempatan Menteng, ga ada tanda sama sekali yang mengatakan bahwa belok kiri harus ikuti lampu traffic light. Kami pikir berarti boleh dong, kami langsung belok kiri, meskipun lampunya lagi merah. Pas juga, malem itu cuman motor kami satu2nya yang ada di sisi jalan itu, jadi gada kendaraan lain yang bisa buat contoh😦
Begitu belok, eh, tiba2 nongol 2 polisi bawa mainan lampu berwarna merah menyetop kami.

Dengan bingung kami bertanya :
K (Kami) : Loh, kenapa pak? Ada yang salah ?

P (Polisi) : Anda salah, seharusnya belok kiri menunggu lampunya ijo dulu.

K : Loh, emang ada tandanya belok kiri ikutin lampu?

P : Iya, itu ada lampu lalu lintasnya.

K : Setau saya kalo tidak ada tanda apapun, belok kiri dimana2 boleh langsung pak? Apa di masing2 daerah peraturannya beda2 ?

P : Oh, engga mbak, dimana2 peraturannya sama. Kalo belum ijo ga bole jalan.

K : Loh, kan kalo belok kiri boleh2 aja pak, peraturan yang baru kan belok kiri langsung kecuali ada tanda.

P : Mana surat2nya ?

K : (ngasih STNK dan SIM yang dia mau)

P : Oke, sidangnya di polres jakarta pusat ya. (Sambil berjalan menjauh membawa SIM & STNK kami)

K : Oke pak, kami minta surat tilangnya aja !

P : (berbisik kepada rekan polisi satunya lagi)

P : Ini SIMnya Cirebon, Kok motornya Malang ya ?

K : (Karena jengkel aku judesin sekalian) Emang ada aturannya ya pak, SIM harus sama ma STNK !!

P : Engga cuman nanya.  Hmf.. malang ya, emang malangnya mana ?

K : Kenapa pak? Penting ya?

P : Engga cuman nanya.

K : Saya gak bisa kasih penjelasan identitas sama sembarang orang, bisa bahaya.

P : Oke deh, silakan pergi aja !

K : (Bingung ) Loh kok? Jadi? Surat tilangnya?

P : Udah sana pergi aja, abis kalian ngomongnya udah nggak enak gitu. Nanti daripada kalian malah ndoain saya yang nggak enak.

K : oh.. gitu, ya udah makasih pak.

Segera kaburrrr…bingung juga… maksud polisi tu apa ya? Keliatan kalo kita kere kali ya? hihihi… ato dia nyesel soale kita minta surat tilang yang berarti dia ga dapet apa2 sepeser pun?😀

Wooaalaah pulisi… pulisi… bener juga kata orang, berkendara di Jakarta ngga aman, banyak rambu2 yang unik, ga semua orang faham. Dan polisi bukannya ngingetin tapi malah memanfaatkan kerumitan rambu2 lalu lintas ini untuk memalak kita. Hiks.. sedih😦

10 thoughts on “Lolos dari Tilang

  1. wakakakakkkkk… bener juga😛
    Tapi bener2 dah, keterlaluan ngerii nya pulisi2 di jakarta ini mbak, masih mending di jogja, masih banyak yang baek2..
    Jadi yaa… gada pulisi yang bersih di jakarta, yakin !! termasuk si calon gubernur jakarta itu A**ng D****atun, ups😀

  2. Betul pendapat Dilla….harus ada satu kategori lagi…polisi dan kami.
    kami. Ngomong-ngomong, kok seneng banget sih berurusan dengan polisi? Harus cek lagi, karena bisa saja polisi yang salah, atau Anjar dan Nunung yang salah.

    Kalau setahu saya (mesti cek lagi di peraturan lalin), jika tak ada belok kiri boleh langsung, tetap menunggu lampu menyala hijau.

  3. Kalau setahu saya (mesti cek lagi di peraturan lalin), jika tak ada belok kiri boleh langsung, tetap menunggu lampu menyala hijau.

    Setahu saya tidak.
    Bisa langsung belok kiri kecuali dinyatakan lain oleh lampu merah khusus belok kiri atau polisinya. Jujur aja aku pernah dihentikan oleh polisi karena itu. Dan sebenarnya aku mau membawanya ke pengadilan buat diadu. Tapi sayangnya, akhirnya polisinya membiarkan aku tanpa aku harus membayar apa-apa.

    Kami pikir berarti boleh dong, kami langsung belok kiri, meskipun lampunya lagi merah.

    JANGAN PAKAI ALASAN “Kami pikir!!”.
    Jujur aja, itu yang kukritik keras dari Anjar dari dulu saat di Yogya.
    Harus benar-benar yakin kalau kalian benar dan kalian tahu persis peraturannya seperti itu.
    Kalian berurusan dengan hukum positif, bukan hukum kekeluargaan.

    Wooaalaah pulisi… pulisi… bener juga kata orang, berkendara di Jakarta ngga aman, banyak rambu2 yang unik, ga semua orang faham. Dan polisi bukannya ngingetin tapi malah memanfaatkan kerumitan rambu2 lalu lintas ini untuk memalak kita.

    Hush!
    Kalau kalian gak paham semua rambu-rambu, berarti kalian harus berhenti naik motor dan ulang lagi ujian SIM. Peraturan Lalu Lintas berlaku sama untuk setiap daerah. Peraturannya nasional.

    Mengingatkan?
    Mereka sudah mengingatkan 30 hari setelah rambu-rambu baru dipasang (itu peraturannya). Setelah itu kalau masih ada yang berani melanggar, berarti dia harus tanggung jawab sendiri. Lagipula ujian SIM Teori dimaksudkan agar calon pengemudi benar-benar mengerti peraturan lalu lintas.

    Guys….
    we are talking about positive law here…
    Artinya kalian sebagai warga negara yang punya kewajiban untuk tahu tanpa harus diingatkan. Itulah gunanya ujian teori saat ingin memiliki SIM. Kalian sudah gak punya alasan gak tahu, gak ngerti peraturannya. Kalau melanggar berarti kalian melanggar.. titik..

    Kalau kalian tahu peraturannya, yakin dengan peraturannya, kalau ada polisi yang memanfaatkan, kalian tidak akan bisa diperdaya. Bisa dibawa ke pengadilan. Ada kok beberapa kasus karena orangnya yakin bahwa dia benar, di pengadilan, dia menang.

    PS: Aku gak akan memilih Adang Daradjatun yang gak perduli sama tetangganya sendiri.

  4. @kunderemp :

    Lagipula ujian SIM Teori dimaksudkan agar calon pengemudi benar-benar mengerti peraturan lalu lintas.

    Ujian Sim Teorinya udah 6 tahun yang lalu, hihihi… Lagian di jakarta rambunya di satu tempat aja bisa banyak banget, bukan cuman gambar simbol aja, bisa ada tulisan banyak banget😦

    Polisi pake motor aja banyak yang masuk jalur cepat, lewat atas semanggi, nerobos lampu merah, ups… aturan lalu lintas kan ga berlaku buat polisi dink, enak dong😉

    Di beberapa tempat malah rambu2nya udah nggak layak dilihat pengemudi, ada yang ketutup pohon lah, ada yang udah kusam lah, ampe ga kliatan kalo dari jauh.

    Ughh.. pusing deh, jadi ga bisa menikmati jalan2😦

    ga semua orang faham.

    maksudnya ga semua orang liat ada rambu2 ‘baru’ itu. Kemampuan mata kita kan terbatas kalo lagi jalan. Selaen konsen ke kemudi, musti konsen juga ke rambu2, musti mikir juga jalan yang diambil sampe ke tempat tujuan😦

  5. Di beberapa tempat malah rambu2nya udah nggak layak dilihat pengemudi, ada yang ketutup pohon lah, ada yang udah kusam lah, ampe ga kliatan kalo dari jauh.

    Nah..
    hal2 kayak gini yang baru memang pantas untuk diprotes. Karena itu namanya kecurangan.

    Kemarin Sabtu, aku ngobrol2 dengan ahli hukum dan masalah2 seperti itu bisa diperdebatkan.

    Oh ya, aku ujian SIM Teori 7 tahun lalu dan masih ingat kok.

    maksudnya ga semua orang liat ada rambu2 ‘baru’ itu. Kemampuan mata kita kan terbatas kalo lagi jalan. Selaen konsen ke kemudi, musti konsen juga ke rambu2, musti mikir juga jalan yang diambil sampe ke tempat tujuan

    Semua rambu baru wajib disosialisasikan dalam waktu 30 hari oleh para polisi lalu lintas. Jadi kalau tiba-tiba ada rambu baru dan tidak ada yang tahu, kalian berhak untuk memprotes.

    Kalau soal kemampuan mata terbatas, itu yang harus dilatih.

    Nungqi baru menyebutkan 3, yakni:
    1. konsentrasi ke kemudi
    2. konsentrasi ke rambu2
    3. konsentrasi ke arah jalan yang dituju

    Aku biasanya malah konsentrasi lebih banyak lagi
    4. konsentrasi ke kaca spion
    5. konsentrasi ke kiri dan kanan jalan untuk melihat apakah ada orang menyeberang atau tidak
    6. (yang ini jangan ditiru) konsentrasi ke masalah yang lagi dihadapi (baca: melamun)

    Intinya sih,
    yah.. benar-benar tahu peraturannya.
    Artinya jangan sampai kalian ngeyel “kami pikir”, “kami orang baru”, padahal peraturannya sudah sangat jelas.

    Di luar itu (misalnya: rambunya salah letak, gak kelihatan, gak jelas..) baru bisa kalian jadikan argumen, bahkan kalau perlu diadu ke pengadilan.

  6. wah kalo inget polisi.. selama di jakarta dah pernah ditilang 4 kali..sampe2 SIM ku masih di mabes polri gak aku ambil, mo sidang juga gak sempet… blm tau jkt.hehehhe. pada akhirnya 3 tahun tanpa SIM. baru tahun ini ujian sim di sleman.. ternyata oh ternyata.. prosedural dan ribet

  7. Artinya kalian sebagai warga negara yang punya kewajiban untuk tahu tanpa harus diingatkan. Itulah gunanya ujian teori saat ingin memiliki SIM. Kalian sudah gak punya alasan gak tahu, gak ngerti peraturannya. Kalau melanggar berarti kalian melanggar.. titik..

    Ujian Teori …Hik…hik…

    Ini salah satu kepalsuan sistem ujiannya SIM Polisi, biar anda sekolah cum laud , S3 kepala botak penerima nobel atau ahli transportasi lalulintas sejago apapun niscaya tetap saja gak bisa lulus dan Lolos kalau ujian teori di Samsat Daan Mogot sana .
    Anda buta huruf , begooo, gak becus pegang setang motor atau steer mobil pasti bisa lolos , asal ada 230 ribu perak .
    Gue alamin sendiri , buat SIM diSamsat tahun kemarin , semuanya clean mulai dari ndaftar , check kesehatan dan lain lain sampai pada saat ujian teori .
    Ujian pertama jam 09:00 gue dapet nilai 17 dari 18 yang seharusnya, alhasil harus ngulang , habis itu dengan teman senasib yang tidak lewat calo gue ikut ujian ulang jam 11:00 duduk berderet dengan soal yang sama , contek contekan , dengan lingkaran jawaban yang mirip 100 % setelah pengumuman nilai gue turun jadi 13 , teman gue berturut turut dapet nilai 16 , 11, 9 , 13 dan 17 , gak ada satupun di 18 semuanya gak lulus lagi .
    Saking penasaran kita serbu loket dan minta soal jawaban kami mananya yang salah , mereka berkilah , ” Gila apa ! yang ikut test ratusan mana mungkin kita simpan itu !. Padahal ujian baru berlangsung sejam yang lalu ! amit amit gak . Sementara nun jauh dibelakang orang orang senyum simpul karena lolos dengan mudahnya sambil didampingi satu orang bergaya perlente.
    Karena dah siang kita disuruh balik 2 minggu lagi … weees, Kalau gak datang aja keruang “Xx”(sensor) temui ibu “Xx” .
    Kontan kita berduyun kesana , didalam cuma ada pegawai koperasi yang sibuk collect money untuk bagi bagi surat lulus .
    Sakit hati , mau gak bayar mesti balik 2 minggu lagi yang konon dah dicoba orang samping gue yang gak lulus lulus juga.
    Duit 230 ribu melayang bertukar surat lulus. 100 % peserta ujian yang tidak lewat agent ( istilah kerennya calo ) akan tidak lulus .
    Jadi pendapat bahwa ujian tertulis SIM adalah representasi kemampuan pemegang SIM dalam memahami aturan Lalu Lintas adalah Nonsence.
    Kalau di amrik sana , ujian tulis dilakukan depan komputer dengan soal bervariasi satu sama lain , setelah itu kita pencet enter hasilnya keluar anda lulus apa gak …jadi bisa Puas…puas.
    Jangan suruh polisi di Samsat Daan mogot sana jaga UAN atau UPMB , bisa ditebak hasilnya!!
    dari kejadian itu , gue bisikin anak gue yang kebetulan ikut kesana ” Awas ya lu kalau gede jadi Polisi! gue gak pernah ridho makan barang haram walau dari anak sendiri “!
    Bara api neraka sudah masuk perut mereka ..Iih

  8. Saya juga mengalami hal yang sama. Juga di lokasi yang sama! Dengan argumen yang sama. Hasilnya juga sama. Bebas tanpa tilang. Berikut petikan dari PP 43/1993 yang bisa dijadikan argumen belok kiri boleh langsung.
    Jangan takut untuk berargumen dengan polisi kalau Anda benar!

    PP 43/1993, PRASARANA DAN LALU LINTAS JALAN

    Paragraf 3
    Tata Cara Membelok

    Pasal 59

    (1) Pengemudi yang akan membelok atau berbalik arah, harus mengamati situasi
    lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan dan memberikan isyarat
    dengan lampu penunjuk arah atau isyarat lengannya.

    (2) Pengemudi yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping, harus
    mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan serta
    memberikan isyarat.

    (3) Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan,
    kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu
    lintas pengatur belok kiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s