Pisahkan ATM Belanja dan ATM Tabungan

Akhir-akhir ini banyak kasus kejahatan yang terjadi dengan kemudahan pembayaran transaksi menggunakan kartu debet/kredit, dimana penggunanya bisa langsung menggesek kartu tanpa identitas apapun kecuali ATM BCA (yang masih memerlukan PIN). Saya pribadi sering juga menggunakan kartu ATM BNI untuk berbelanja, dan kasir tidak pernah mengecek kesamaan tandatangan saya, saya sering menggunakan tandatangan yang berbeda, namun tetap bisa bertransaksi, apalagi penggunaan kartu debet BNI tanpa PIN, mudah sekali digunakan oleh semua orang.

Berikut kisah dari seorang teman yang kehilangan ATM di Carrefour :

From: Zammia M Arial (mia.arial@gmail.com)
Date: Feb 20, 2007 11:39 PM
Subject: Carrefour Lalai, Konsumen Terbengkalai

Rekans, Tolong diforward ke teman-teman anda agar lebih berhati-hati.

Saya kehilangan ATM Bank Mandiri saya pada hari Senin tgl 12 Februari 2007 dan sebelum sempat mengeblok kartu, sudah terdapat transaksi 3 kali sekitar pk. 18.30 – 19.00 (dapat dilihat di bukti transaksi) sebesar Rp.2 ,5juta di Carrefour Lebak Bulus.
Setelah saya ke Bank Mandiri utk minta catatan transaksi dan ke Kepolisian utk membuat Surat Lapor Kehilangan, saya ke Carrefour Lebak Bulus untuk meminta bukti2 transaksi. Dikarenakan saya sudah mempunyai tersangka yang kami curigai, kami ingin memastikan dengan mendatangi Carrefour Lebak Bulus. Pada hari Kamis, 15 Februari 2007, saya dilayani oleh Ibu Ismi yg dengan cepat membantu saya memberikan fotokopi bukti struk kartu ATM saya pada tanggal tersebut dimana hasilnya adalah 2 transaksi dilakukan di kasir elektronik dan 1 transaksi di kasir depan. Saya kaget sekali, karena tandatangan yang tercantum pada struk transaksi tersebut AMAT SANGAT berbeda dengan tandatangan saya yang sudah pasti ada di kartu ATM Mandiri saya. Dan lebih kaget lagi, kasir Carrefour bisa lalai untuk mengecek kemiripan tandatangan di kartu dengan tandatangan yang dilakukan di depan kasir, apalagi terdapat 3 transaksi di 2 kasir yang berbeda. Sungguh menyedihkan, karena kelalaian kasir untuk mengecek specimen tandatangan, konsumen yang dirugikan. Kasir hanya mengecek, yang penting di rekening kartu ATM tersebut ada duitnya utk bayar belanjaan. Tanpa peduli siapa pemilik asli kartu tersebut.
Untuk memastikan siapa yg mengambil kartu ATM Mandiri saya, saya meminta pihak Carrefour utk mengijinkan saya melihat hasil kamera CCTV di bagian kasir. Saya berbicara dengan Bp. Irwan (atau Ridwan-saya agak lupa) yang ditunjuk pihak Informasi merupakan yang berwenang dalam hal kamera security CCTV.

Dengan mudah & tanpa perasaannya, dia bilang

“Kami tidak dapat membantu, karena hal tersebut merupakan urusan internal kami yang orang luar gak punya akses”.

Bahkan ketika saya minta untuk bicara dg kasir yang waktu itu bertugas, dengan enteng & sombongnya beliau ini bilang,

“Wah, bu, setiap hari kami melayani 30,000-an lebih konsumen, gimana bisa inget kasir kami?”.

Sombong sekali ya?

Saya cuma menjawab, “Mas, meskipun kemungkinannya hanya 0.0001%, saya tetap mau coba bicara dengan kasir2 itu dg memperlihatkan foto tersangka saya. Walaupun kemungkinannya amat sangat kecil, saya tetap mau coba. Biar Yang Diatas yang bantu saya!”

Tanpa sedikit rasa empati, Bp. Irwan menggeleng2 dan berkata, “tapi hari ini kasirnya lagi gak tugas”.

Akhirnya habis kesabaran saya, saya tinggal dia sambil mengucapkan terima kasih ke Ibu Ismi yang sudah amat sangat membantu saya.

Pada hari Senin tgl 19 Februari 2007, saya kembali ke Carrefour Lebak Bulus didampingi oleh polisi yang membuatkan laporan kehilangan kartu saya.

Saya bertemu dengan Bp. Pian yang membantu kami memberikan struk belanja apa saja (diketahui yg dibeli adalah Handphone, susu anak, sabun, voucher mentari, dan perlengkapan rumah tangga lainnya). Dan saya bertemu dengan Manager On Duty, Bp. Julianto, dimana beliau lebih ramah dengan berusaha membantu kami untuk berbicara dengan departemen yang berwenang di kamera CCTV. Terlihat niat Bp. Julianto dan Bp. Pian yg tulus membantu kami, akan tetapi mereka terbentur dengan sombongnya departemen lain yang berwenang di bagian keamanan, yang menurut kami terlalu prosedural tanpa melihat bahwa kelalaian juga dari pihak Carrefour. Bp. Julianto bilang, prosedur departemen keamanan adalah Surat dari kepolisian daerah (Polda Metro Jaya) bahwa kasus ini dalam penyelidikan dan butuh data2 tersebut. Padahal, saya cuma ingin MELIHAT! Tidak MEMINTA data!! Apa susahnya sih kasih saya lihat hasil kamera CCTV pada tgl 12 Februari 2007 pukul 18.30-19.00 ???

Saya berterima kasih kepada Ibu Ismi, Bp. Pian dan Bp. Julianto atas usahanya dan saya yakin terlihat dari ketulusan mereka membantu saya, bahwa mereka sebenarnya ingin membantu saya, akan tetapi karena Departemen yang diluar wewenang mereka terlalu arogan, mereka angkat tangan.

Buat rekan-rekan sekalian, hati-hati dengan kartu kredit, kartu-kartu ATM yang hanya memakai spesimen tandatangan untuk transaksi, karena proses pengecekan tandatangan sepertinya sudah DITIADAKAN dimana-mana, terutama di Carrefour yang “katanya” sudah terlalu sibuk untuk melayani 30,000 konsumen setiap harinya sampai udah tidak ngecek lagi. Sekali kartu kredit/ ATM tersebut hilang, ludes lah semua. Kalo perlu, kalo rekan-rekan ada yang iseng, coba saja test kasir2 di Carrefour dengan memakai tandatangan yang berbeda dg di kartu. Pasti dilewatin & tidak dicek lagi.

—————————————— end of e-mail ———————————

Tips yang paling aman untuk pergi berbelanja adalah dengan membatasi saldo tabungan di ATM yang khusus kita gunakan untuk belanja. Begitu juga dengan kartu kredit, pilihlah pembatasan transaksi sewajarnya, agar jika terjadi penyalah gunaan tidak terlalu menguntungkan juga buat pelaku kejahatan. Jika berbelanja bawalah ATM khusus untuk belanja ini.

Jangan pernah mencampur tabungan gaji dengan tabungan untuk belanja. ATM tabungan gaji sebaiknya simpan saja baik2 di lokasi yang aman di rumah. Jika ada keperluan mendesak, baru dipakai. Ini berguna juga buat penghematan🙂

6 thoughts on “Pisahkan ATM Belanja dan ATM Tabungan

  1. Sebaiknya untuk yang tabungan, tak perlu pake ATM, karena kalau ATM hilang tetap saja kita yang rugi. Bank tak dapat dimintakan tanggung jawab atas kelalaian pemilik kartu kredit dan kartu ATM.

    Tabungan yang menggunakan kartu ATM dibatasi saldonya, untuk meminimalisasi risiko. Memang agak repot, tapi nanti akan terbiasa. Dan dalam satu Bank kita boleh mempunyai rekening lebih dari satu, dan tak perlu semuanya menggunakan ATM.

    Jadi email di atas adalah murni kesalahan ybs, karena sebelum di blokir kartu bisa dimanfaatkan orang lain.

  2. Memang seharusnya dipisah lho, antara rekening yang untuk keseharian dan rekening yang benar-benar tabungan kita. Masalah apakah akan menggunakan ATM, itu kembali ke diri kita masing-masing.

    Di samping kasus di carrefour tersebut, banyak berita tentang kejahatan yang menyangkut dengan ATM. Korbannya teutama wanita.

    Saran saya sih, jangan membawa atm yang isi rekeningnya banyak kecuali memang dibutuhkan. Sekarang banyak orang jahat yang tidak berperasaan.

  3. @ edratna :
    kalo kayak BNI tu kan wajib pake atm bu, soalnya kalo penarikan & transfer dibawah 10 juta di teller bisa kena charge lagi.. kan susah kalo gitu
    Yang pemisahan ATM belanja ini saya sudah terapkan bu, melatih suami juga biar bisa hemat🙂
    @ Alif Reza :
    Yupp…setoedjoee BGT !!!🙂

  4. @Nungqee :
    Lho, biasanya yang lebih boros itu wanita kan? Hehe. At least kebanyakan dan katanya.

    Tapi mesti dilihat kasus per kasus sih, tergantung orangnya. Setuju ya…..

  5. @ Alif Reza :
    yeee..enak aja, tidak semua wanitaaa (kayak lagunya basofi, hihihi🙂 )
    Buatku, kalo ga butuh ga perlu beli, dari kecil dah diajarin begitu ma ortu jadi kebawa ampe gede. Musti tau urutan prioritas juga, mana yang lebih urgent, mana yang bisa ditunda. inget loh ya… tidak semua wanitaaa…🙂

  6. Hehe….iya…iya…..
    Buat aku sih, di dunia ini harus dilihat kasus per kasus. Artinya tidak bisa bisa dilihat bahwa suku ini jelak dan suku itu bagus orangnya.

    Begitu juga dalam hal agama, tetap dilihat person to person. Nggak bisa dibilang agama A begini dan agama B begitu.

    Intinya : tergantung orangnya. Kalau yang ini pasti setuju kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s