Kasur Latex

Beberapa hari yang lalu aku dan suamiku pergi ke pameran furniture yang diselenggarakan di JCC mulai tanggal 17 – 25 Februari 2007.

Untuk produk kasur/matras yang paling ngetop sekarang adalah teknologi bahan latex, yang katanya terbuat dari getah karet aseli 100% tanpa campuran. Aneh nya lagi bahan latex yang punya nama patent itu berasal dari brazilia.
Lah, bukannya negeri kita juga penghasil karet ? Kalo gitu kenapa musti impor sih ? duh ternyata budaya kebanggaan menggunakan barang import masih aja lebih penting daripada kenyamanan dan kualitas barang itu sendiri. Harga mahal belum tentu menjamin kualitas yang bagus loh, kita harus berhati2 dalam masalah ini. Beberapa barang yang berkualitas memang harga nya sedikit lebih mahal, tapi kita harus benar2 tahu mana bahan2 yang memang bagus dan nyaman, dan mana yang hanya menjual brand dan impor saja.

Khusus untuk kasur, saya baru mengalami 3 fase : kapuk, busa, springbed, dacron (biasanya untuk bantal, guling, bedcover).. nah belum juga merasakan evolusi springbed dari yang keras ke yang empuk, ee alah, sekarang sudah keluar lagi teknologi latex dan busa membentuk (form foam), walah mau tidur aja kok mahal ya?

Di pameran ini juga kami diserbu dan dikejar2 oleh para sales2 “cantik” untuk menawarkan berbagai furnitur tren terbaru. Jargon sama yang dikatakan oleh sales2 itu adalah “ini barang nya aseli impor dari luar loh bu”… hmf… andalannya “IMPOR”. so what gitu loh, kalo impor apa berarti tu barang ga bakal rusak, kalo rusak bisa bener sendiri ? ga juga kan?

Dan dari beberapa display furniture yang dipajang diantaranya ada yang harganya mencapai harga 1 rumah, sekitar 300-400 juta rupiah. walah2… beli sofa 1 biji aja kok harganya kayak beli rumah, bener2 gak habis pikir, dengan harga semahal itu apakah rasanya bisa berbeda? Kalo dari segi keawetan masih masuk akal sih, tapi gak segitu mahalnya lah, coba kalo kena kebakaran, atau kebanjiran, wah sudah deh, wassalam, nangis2 deh.

Menurut saya, import atau lokal yang penting adalah kualitas. Kalo kita bisa beli harga murah dengan kualitas yang layak, why not? yang akan kita nikmati hanya kualitasnya kan? bukan mereknya? yang ada malah, beli kasur mahal2 trus jadi males ngasih sprei takut mereknya ketutupan, hehehehe🙂

4 thoughts on “Kasur Latex

  1. wah jangan2 ada kemiripan nama bisa jadi ada kemiripan asal muasal, siapa tau penemu latex yang buat nulis itu emang petani karet, kekekekekkk (asal banget)…😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s