Mengambil rumah di bintaro jaya ini adalah salah satu langkah besar yang secara nekat kami lakukan dengan berbagai pertimbangan yang cukup panjang.

Anak muda memang gila, lagi semangat2nya, kalo si mas bilang “trengginas” (kalo aku nyebutnya “trenggiling”, whehehe :D )

Mumpung usia masih muda, kami berani ambil resiko untuk berinvestasi dengan nekad berbekal kemampuan seadanya ini dengan harapan 3-4 tahun lagi aset kami ini harganya bisa bagus, sehingga keuntungan yang bisa kami dapet juga bagus. Mumpung usia masih muda juga, kami tidak dikejar2 target apapun, blum punya tanggungan apapun, biaya anak lah, kerjaan yang udah mentok lah, link2 bisnis yang udah mulai pudar lah, atau apapun itu. Jadi kami hanya berusaha manfaatkan momen ini sebaik2nya. Ujung2nya sih, memang berharap bisa punya waktu yang panjang untuk menikmati hidup.

Inilah salah satunya yang mendasari kami sangat selektif memilih lokasi rumah pertama kami. Meskipun terkesan rodo ngoyo, dan sok2an pilih2 ini itu, tapi cita2 utama kami memang untuk investasi. Dengan harapan bisa mendapat nilai tambah yang cukup bagus. Warisan insting wirausaha dari ibu mulai bekerja, tuing… ;)

Untuk membeli rumah memang butuh insting yang agak2 beresiko. Dalam prinsip perdagangan,bukankah semakin tinggi resiko yang kita ambil, semakin besar kemungkinan kita berhasil. Dan pesan orangtua saya “kalo kamu punya kesempatan, ambil, jangan ditunda2,  beli rumah memang harus nekad”.
dan itulah ibuku, orang nya nekad :) like mother like daughter, hehehehe :D